Sabtu, 16 Februari 2019

Sandiaga Uno Bertemu Youtuber Ria Ricis, Milenial Makin Kompak Mendukung PAS


Pa212.net, Jakarta - Cawapres muda di Pilpres 2019 sehingga dijuluki utusan Generasi Milenial, Sandiaga Uno telah bertemu dengan Youtuber Ria Ricis.
Dalam obrolan seru mereka, terungkap Sandi sangat menghormati dan mengajak kita memuliakan Kaum Emak-Emak yang Sandi sebut, "Emak-Emak adalah kecintaan kita semua".

Usai pertemuan Sandi menyatakan dalam akun resminya, "Seseruan bareng vlogger 10 juta subscribers alias Ria Ricis. Ternyata lebih kocak ketemu langsung daripada nonton di youtubenya. Semoga dengan saya memposting ini, subscriber Ricis besok naik menjadi 20 juta. 😁"

Haaaallooo cebong yang ngintiippp....
Usia cawapres situ berapaaaa????
😂😂😂😂
Jawab hooee jgn pura2 galiat ...

Nur Hidajati
Yes kenapa emak emak ?
Emak emak paling nggak bisa klu hak nya direngut krn dlm didiri emak emak sdh ada rasa berbagi manakala dirahimnya ada makhluk yg bila mana kurang asupan gizi yaa protes dong...mesti kita perjuangkan negeri ini untuk generasi yg kuat. Aamiin
Insya Allah, bersama Prabowo Sandi ketahanan pangan tercukupi
#SalamAkalSehat
#IndonesiaMenang

Ronni Aqmara
Emak Emak jangan di lawan... Bisa hancur hidup kita melawan orang tua... Tetap peluk 02 👆👆

Nurliya Hasanah
Artis2 muda yang keren2 dukung Prabowo Uno pastinya.. artis2 Hijrah Fest, Nissa Sabyan, Al Ghazali, siapa lagi ya??? Banyak deeeehh
👆✌🇮🇩

Isan Aditya Tama
Saya kira umurnya masih 38 tahun, gak nyangka akhirnya saya baru tau kalau Pak Sandi udah 50  tahun,  apa rahasianya kok bisa awet gitu.. Wajahnya masih muda, tampan, cerdas. Mungkin awet beliau karna kena air wudhu & sholat, jadi pengen muda lagi nie kaya' Pak Sandi juga

Abdul Aziz Kurniawan
Wakil tetangga sebelah usianya dah bendera setengah tiang 😂😂😂😂😂

Rahma Silvia
milenial pilih Prabowo - Sandi

Sumber Faktakini


Survey Indikator TvOne Stasiun Televisi Paling Terpercaya

Pa212.net, Jakarta - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei perihal stasiun televisi terpercaya dalam hal memberikan informasi. Ternyata hasilnya menunjukkan bahwa tvOne merupakan stasiun televisi yang dipersepsikan responden paling bisa dipercaya dalam pemberitaan masalah politik, sosial dan pemerintahan.
 Hasilnya adalah tvOne disebut oleh 46,5 persen. Sementara selanjutnya adalah Indosiar dengan 10,8 persen, RCTI 8,6 persen, SCTV 8,1 persen, Metro TV 5,6 persen, Kompas TV 3,5 persen.

Lainnya adalah Trans 7 3,0 persen, MNC TV 2,0 persen, NET 1,7 persen, TVRI 1,4 persen, ANTV 1,4 persen, Global TV 1,0 persen dan CNN Indonesia 1,0 persen.

Tabel survei yang dikonfirmasi kepada pihak Indikator pada Jumat, 15 Februari 2019 itu juga menunjukkan angka kepercayaan responden terhadap stasiun televisi lainnya namun hanya mendapatkan persentase di bawah 1.0 persen.

Periode survei dilakukan selama Desember 2018 hingga Januari 2019 yang dilangsungkan di daerah Jawa Barat.

Sumber: Viva

Spekulasi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bakal menggantikan posisi KH Maruf Amin

Pa212,net – Spekulasi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bakal menggantikan posisi KH Maruf Amin saat nanti terpilih muncul ke permukaan.
Spekulasi merebak setelah Ahok menyelesaikan masa tahanannya sebagai narapidana penista agama. Selain itu, rumor semakin kencang setelah mantan bupati Belitung Timur itu bergabung dengan PDIP, yang kini menaungin Joko Widodo.
Sebagaimana diberitakan duta.co, ternyata sejak jauh hari sebelum spekulasi ini muncul, para kiai Nahdlatul Ulama (NU) sudah memprediksi bakal ada pergantian pemain antara Ahok dan Maruf.
“Ini sudah lama diprediksi kiai. Saya teringat sambutan kiai di Jombang. Dalam politik apa yang tidak mungkin,” tutur Ketua Barisan Kiai dan Santri Nahdliyin (BKSN), Agus Solachul A’am di laman tersebut.
Prediksi itu ternyata didasari oleh sejumlah kejanggalan yang terjadi selama penunjukan Maruf sebagai wakil Jokowi.
Kejanggalan pertama, penunjukkan tersebut tidak melalui musyawarah di tubuh NU. Padahal, Maruf saat itu menjabat sebagai Rais A’am. Jokowi seperti mengorbankan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD yang sudah diberi harapan dan mengukur baju untuk deklarasi.

“Ketiga, mengapa harus memilih beliau yang, secara usia lebih pas menjaga MUI, menjadi Rais Aam PBNU. Operasi politik macam apa ini? Jangan-jangan beliau hanya menjadi ganjal politik? Ini sudah dipikirkan para kiai,” tegas cucu pendiri NU, KH Wahab Chasbullah itu.
Gus A’am Wahib, sapaan akrabnya, menilai bahwa spekulasi Ahok akan menggantikan Kiai Maruf harus menjadi catatan serous bagi warga NU.
“Bahwa dalam permainan politik, apa pun bisa terjadi. Tidak ada yang sulit. Ini menjadi catatan serius warga NU khususnya, umat Islam umumnya,” pungkasnya.
Sementara di mata politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari spekulasi ini merupakan upaya yang dimunculkan untuk menggembosi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf.
Sebab, pergantian wakil presiden tidak semudah membalikkan telapak tangan. Selain ada aturan UU yang harus dilalui, juga harus melewati kompromi antar partai pendukung.
“Tidak ada ceritanya di UU, yang orang bisa menggantikan seseorang, itu seolah menjadi urusan personal kan ada koalisi,” tegasnya. [RMOL]


Wow..!! Tagar #ShutDownJokowi Melonjak Susul #UninstallJokowi Melonjak Drastis

Pa212.net, Jakarta - Bermaksud membully Bukalapak, akhirnya jadi senjata makan tuan bagi kubu paslon petahana.
 Tagar yang bikin Jokowi hancur sedunia terus bermunculan. Setelah tagar #UninstallJokowi memuncaki trending topic dunia, belakangan muncul tagar anyar yakni #ShutDownJokowi.

Tagar ini telah muncul dalam dua sampai tiga jam lalu. Menurut pantauan trending topic Twitter dari laman Trends24.in, dikutip Jumat 15 Februari 2019, tagar #ShutDownJokowi makin naik sejak muncul beberapa jam lalu.

Pantauan laman tersebut, awalnya #ShutDownJokowi muncul dengan menempati posisi kelima dalam daftar trending topic Twitter Indonesia. Dalam sejam kemudian, tagar ini naik ke peringkat keempat daftar trending topic.

Kemudian setengah jam selanjutnya, Trends24.in memantau #ShutDownJokowi makin naik menempati posisi ketiga, mengekor #UninstallJokowi dan #AjiMumpungItu.

Beberapa postingan #ShutDownJokowi menyertakan dengan tagar populer sebelumnya #UninstallJokowi.

Saat ini mayoritas Netizen memang membela habis-habisan Achmad Zaky CEO Bukalapak, dan ramai-ramai meng-install aplikasi Bukalapak.

sumber Faktakini

Jumat, 15 Februari 2019

Jaksa Penuntut Umum (JPU) tolak semua eksepsi Ahmad Dhani.



CORONGRAKYAT.COM Surabaya, 14 Februari 2019 – Jaksa Penuntut Umum (JPU) tolak semua eksepsi Ahmad Dhani.

Dibayang-bayangi kamera disemua penjuru, Ahmad Dhani Prasetyo, dengan dikawal oleh FPI Surabaya dan diiringi sholawat Asyghil memasuki ruang sidang yang kemudian diikuti rombongan personnel aparat kepolisian.

Di ruang sidang Ahmad Dhani tidak banyak berbicara saat Jaksa Kejati Jatim, Rakhmat Hari Basuki dengan tegas menolak semua eksepsi atau nota keberatan yang diajukan kuasa hukum Ahmad Dhani.
Pihak jaksa menganggap semua tuntuan telah memenuhi aturan, dan eksepsi Ahmad Dhani tidak berdasar.

“Kami menyimpulkan bahwa (kami) menolak seluruh eksepsi dan meminta kepada majelis hakim untuk melanjutkan persidangan,” ujar JPU Rakhmat saat bacakan jawaban eksepsi di Ruang Cakra, Kamis, (14/2/2019) mengutip Tribun Jatim.

Menanggapi penolakan oleh JPU tersebut, ketua majelis hakim R. Anton Widyopriyono menunda sidang dan akan dilanjutkan kembali Selasa (19/2/2019).



Sidang yang juga di hadiri oleh Gus Aam dari BPKSN, serta Ustadz Abu Taqi ini berlangsung singkat. Gus Aam memngalungkan kain surban ke pundak Ahmad Dhani, sebelum Ahmad Dhani kemudia melangkah keluar dari ruang sidang sambil mengacungkan jari telunjuk dan ibu jarinya, simbol dukungannya terhadap Prabowo Subianto, tampak jelas Ahmad Dhani mengharap perubahan pada praktik hukum di negeri ini. (sys)