Sabtu, 23 Juni 2018

Ngeri, Kader PDIP Datangi dan Ancam Serbu Kantor Kecamatan Matraman Jaktim

Saat ini beredar video di Youtube beberapa kader PDIP menemui camat Matraman Jakarta Timur di kantornya karena tidak terima spanduk partai berlambang Banteng Moncong Putih dicopot Satpol PP. Dengan nada keras dan seperti mengintimidasi, seorang kader menuding pencopotan spanduk PDIP hanya sepihak. Kader PDIP lainnya menimpali bahwa spanduk-spanduk partai lainnya dibiarkan. “Ini perintah dari Wagub,” katanya. Ada pria berbaju merah dengan batu akik di tangab mengancam akan menyerbu kantor Kecamatan, Matraman, Jakarta Timur. Masih dalam video itu, pihak kecamatan mengatakan, pencopotan atas perintas Panwas dan semua spanduk partai dicopot.

Sumber Berita
Suara Nasional

Selasa, 19 Juni 2018

GISS APRESIASI POLRI ATAS TERBITNYA SP3 KASUS HABIB RIZIEQ SHIHAB

Koordinator Gerakan Indonesia Sholat Shubuh, Muhammad Al-Khathath, menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas diterbitkannya SP3 Kasus Chat Habib Rizieq Shihab.
“Sehubungan dengan dihentikannya penyidikan atas kasus Chat Fitnah HRS, Imam Besar Umat Islam Indonesia, oleh Mabes Polri pada hari raya Idul Fitri 1439 H, kami pengurus Nasional Gerakan Indonesia Shalat Shubuh (GISS) menyambut gembira dan sekaligus menyatakan apresiasi setinggi-tingginya kepada Mabes Polri wabil khusus para penyidik yang telah menghentikan penyidikan atas kasus bernuansa fitnah tersebut,” jelas Al-Khathath dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/6/2018).
Menurut GISS, penerbitan SP3 atas kasus chat tersebut memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa Habib Rizieq Shihab beserta para ulama dan para aktivis aksi-aksi bela Islam yang ditangkap dan atau diperiksa selama ini adalah korban kriminalisasi belaka oleh oknum aparat keamanan.
Koordinator Gerakan Indonesia Sholat Shubuh, Muhammad Al-Khathath, menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas diterbitkannya SP3 Kasus Chat Habib Rizieq Shihab.
“Sehubungan dengan dihentikannya penyidikan atas kasus Chat Fitnah HRS, Imam Besar Umat Islam Indonesia, oleh Mabes Polri pada hari raya Idul Fitri 1439 H, kami pengurus Nasional Gerakan Indonesia Shalat Shubuh (GISS) menyambut gembira dan sekaligus menyatakan apresiasi setinggi-tingginya kepada Mabes Polri wabil khusus para penyidik yang telah menghentikan penyidikan atas kasus bernuansa fitnah tersebut,” jelas Al-Khathath dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/6/2018).
Menurut GISS, penerbitan SP3 atas kasus chat tersebut memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa Habib Rizieq Shihab beserta para ulama dan para aktivis aksi-aksi bela Islam yang ditangkap dan atau diperiksa selama ini adalah korban kriminalisasi belaka oleh oknum aparat keamanan.“Kami meminta kepada Mabes Polri untuk segera menuntaskan semua perkara HRS yang lain, beserta para ulama dan aktivis aksi-aksi bela Islam yang ditangkap dan dikriminalisasi,” tambahnya.
Ia berharap para penyidik POLRI akan menindaklanjuti untuk menghentikan kasus HRS beserta para ulama dan para aktivis aksi bela Islam lainnya. ***
“Kami meminta kepada Mabes Polri untuk segera menuntaskan semua perkara HRS yang lain, beserta para ulama dan aktivis aksi-aksi bela Islam yang ditangkap dan dikriminalisasi,” tambahnya.
Ia berharap para penyidik POLRI akan menindaklanjuti untuk menghentikan kasus HRS beserta para ulama dan para aktivis aksi bela Islam lainnya. ***

Nasehat 5 Tokoh Menghadapi Pemilihan Legislatif, Pilkada & Pilpres

1. Ali bin Abi Thalib ra
“Kezhaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat, tapi karena diamnya orang-orang baik.”_
2. Syaikh Yusuf Qardhawi (Ketua Asosiasi Internasional Cendekiawan Muslim)
Setidaknya ada 3 (tiga) cara dalam mempertimbangkan pilihan:
• Jika semuanya baik, pilihlah yang paling banyak kebaikannya.
• Jika ada yang baik dan ada yang buruk, pilihlah yang baik.
• Jika semuanya buruk, pilihlah yang paling sedikit keburukannya.
3. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, MA. M. Phil. (Ketua MIUMI Pusat, putra Pendiri Pesantren Gontor)*
"Jika anda tidak mau ikut pemilu karena kecewa dengan pemerintah & anggota DPR, atau parpol Islam. Itu hak anda. Tapi ingat jika anda & jutaan yang lain tidak ikut pemilu maka jutaan orang fasik, sekuler, liberal, atheis akan ikut pemilu untuk berkuasa dan menguasai kita. Niatlah berbuat baik meskipun hasilnya belum tentu sebaik yang engkau inginkan.”_
4. *Recep Toyyib Erdogan*
Jika orang *Baik*  tidak ikut terjun ke *politik*, maka para *penjahatlah* yang akan *mengisinya*.

5. *Necmetti Erbakan*
Muslim yang tidak peduli *Politik* akan di pimpin oleh *Politikus* yang tidak peduli kepada *islam*

*Jangan Golput ya*  Kejahatan akan timbul tatkala orang baik semua pada DIAM.
Sebarkan ke group2 atau kawan2 lain nya...
Untuk saling mengingatkan......

Senin, 18 Juni 2018

Tulisan Menggetarkan Ustadz Tengku Untuk “Ulama Penakut” Bicara Politik Islam

JANGAN TAKUT

Oleh: KH. DR. Tengku Zulkarnain, Lc, MA

Kalau anda takut bully an, takut tahdziran, takut cacian, takut penjara, takut pasal karet atau takut peluru maka, tetaplah di mesjid dan dzikiran, gak perlu berjuang, gak perlu amar ma’ruf nahi munkar ke penguasa.

~Kalau anda mengira bahwa melawan kedzoliman itu cukup dengan do’a saja, ya silakan saja, yang saya tau, plot kedzoliman pun sebenarnya bekerja lebih keras daripada anda muslim yang gak punya daya juang.

~Pasrah itu bukan mazhab Islam, kalau berjuang itu cukup dengan doa dan kata bijak tanpa pijakan yang benar, maka banyak ulama memilih untuk hidup tenang. Buat apa ada ulama melawan sampai ada yang dibunuh, dipenjara, digantung dan sebagainya.

~Apakah anda pernah ketemu ulama sepanjang sejarah yang hidup nya nyaman tenteram dibawah AC dan minum air segar dingin setiap waktu dengan dasi dan baju rapi dan mengejar gaji tinggi, takut hilang profesi, kasih tau saya!

~Kalau anda takut tantangan, takut melawan, maka gak usah turun berjuang di medsos atau gak usah ngapa ngapain, terus aja dalam bahasa bijak yang justru musuh menertawakan, kok cara melawan begitu? Kalau anda takut dituduh makar, takut ditangkap, takut segala resiko, gak usah ngaku ngaku jadi pejuang, mana ada pejuang model begitu, lagian mana ada pejuang Islam yang sekedar ngaku.

~Mana ada Islam maju dengan pejuang yang kebiasaannya ngawur ngelantur, minim pengetahuan, minim keberanian, minim infaq, minim pengorbanan, kasih tau saya, tiang agama mana yang sudah tegak dengan kebiasaan pejuang model begitu?

~Benar kata Syaikh Dr. Abdullah Azzam Rahimahulloh, peradaban Islam hanya diukir oleh dua hal, pena ulama atau darah para syuhada.

~Kalau pena anda tumpul, keringat anda mahal, apalagi bicara darah, ya udah, mana ada Islam bisa maju dengan perjuangan model begitu, kalau hanya begitu saja sudah ngaku mujahid, banyak banget dong yang dapat gelar syuhada.

Wallohu ‘alam.

Sumber erita :

Minggu, 17 Juni 2018

Kasus Chat Habib Rizieq Akan Dibuka Kembali Jika Ada Bukti Baru

Jakarta – Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, kasus chat WhatsApp berkonten pornografi yang melibatkan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab berpeluang dibuka kembali meski polisi telah menerbitkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3).

“Tapi terhadap kasus ini dapat dibuka kembali bila ditemukan bukti baru,” ujar Iqbal ketika dihubungi, Minggu (17/6/2018).

Dia mengatakan, penghentian kasus ini dilakukan berdasarkan permohonan resmi dari kuasa hukum Rizieq Shihab. Meski demikian, dia tak menyebutkan kapan permohonan penghentian kasus tersebut dilayangkan.

“Karena ada surat permintaaan SP3 resmi dari pengacara. Setelah dilakukan gelar perkara maka kasus tersebut dihentikan,” ungkapnya.

Pada akhir Januari 2017, jagat media sosial dihebohkan dengan tersebarnya screenshot percakapan via WhatsApp berkonten pornografi yang diduga melibatkan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan Firza Husein.

Percakapan itu pertama kali diketahui dari situs baladacintarizieq.com. Dalam percakapan tersebut menyajikan foto wanita tanpa busana yang diduga Firza.

Sementara itu, Rizieq diduga menjadi lawan bicara Firza dalam percakapan tersebut.

Menurut pertimbangan penyidik, lanjut Iqbal, kasus ini layak dihentikan karena sejak bergulirnya kasus ini polisi belum menemukan siapakah pihak yang pertama kali mengunggah video tersebut.

“Menurut penyidik kasus tersebut belim ditemukan penguploadnya (pengunggahnya),” sebut Iqbal. (Sh)
Sumber Berita :

Polisi SP3 Kasus Sukmawati, Jubir PA 212: Tak Ada Keadilan & Kami akan Praperadilkan

Persaudaraan Alumni 212 (PA) akan praperadilkan kasus Sukmawati yang telah mendapatkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3) dari kepolisian.

“Ini tidak adil, kami akan praperadilkan kasus Sukmawati,” kata Juru Bicara PA 212 Habib Novel Bamukmin kepada suaranasional, Ahad (17/6).

Habib Novel mengatakan, PA 212 telah melaporkan Sukmawati diwakili Ustadz Dedy SH. “Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) diwakili Azam Khan SH dan IKAMI diwakili Juju Purwanto SH juga melaporkan kasus Sukmawati,” jelasnya.

Ia sebagai wakil Ketua ACTA telah mendampingi dua pelapor yang diwakili Ahmad Leksono SH dan Irfan Pulungan SH

“Dan total pelapor kasus Bu Sukmawati itu semua kurang lebih 15 pelapor kok bisanya polisi mengabaikan mereka dan merusak keadilan dengan tidak terbuka menggelar perkara dan siapa saja saksi ahlinya?” tanya Habib Novel.

Habib Novel menilai kasus Sukmawati lebih berat dari Ahok. “Sukmawati sudah menyiapkan teks dan diliput semua media,” papar Habib Novel.

Selain itu, Habib Novel menilai tak ada barter SP3 Sukmawati dengan SP3 kasus rekayasa chat mesum Habib Rizieq. “Tidak ada hubungannya, harusnya sejak dulu kasus rekayasa Habib Rizieq dapat SP3,” tegas Habib Novel.

Ia menegaskan, rekayasa chat mesum Habib Rizieq ini tidak bisa dibandingkan dengan kasus hukum Sukmawati.

Kepolisian menerbitkan SP3 atas kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri pada acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya Di Ajang Indonesia Fasion Week 2018 di JCC, 29 Maret 2018 lalu.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, bahwa perbuatan terlapor Sukmawati Soekarnoputri, membacakan puisi berjudul Ibu Indonesia pada tanggal 29 Maret 2018 di JCC pada acara 29th Anne Avantie, disimpulkan tidak ditemukan perbuatan melawan hukum / perbuatan pidana, sehingga perkara tersebt tidak dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqba ldalam keterangan tertulis, Ahad (17/6) dikutip dari Republika Online.

Iqbal mengungkapkan kepolisian menerima 30 laporan. Dua laporan polisi juga telah dicabut oleh pelapor, sehingga tersisa 28 laporan. “Penyelidik telah mendengar keterangan 29 pelapor (28 pelapor + 1 saksi) penyelidik juga telah memeriksa terlapor. Penyelidik telah mendengar keterangan ahli empat orang masing-masing satu ahli bahasa, satu ahli sastra, satu ahli agama, dan satu ahli pidana,” ujarnya.

Sebelumnya Sukmawati dilaporkan atas puisinya yang dianggap menghina agama Islam. Hal itu karena puisi tersebut mempertentangkan syariat, seperti azan dan cadar, dengan kebudayaan nasional, seperti kidung dan konde.
loading...

Sumber Berita :

JANGAN PANGGIL "RIZIEQ" TAPI PANGGILAH "HABIB RIZIEQ"

J O E N:

Gus Anam, panggilan populer K.H. Zuhrul Anam, tokoh NU menantu KH Makmun Zubair (mbah Moen)
dalam bait-bait indah di bawah ini

menegur keras perilaku oknum Banser   yang menyebut Habib Rizieq dengan sebutan 'Rizieq' saja tanpa ada kata 'Habib' di depannya.
Perilaku yang sama sekali tidak mencerminkan akhlak dan tradisi NU.
Berikut bait-bait indah beliau soal ini

ليس من خلق النهضيين

ذكر الذرية مجردين عن أي لقب تشريف

سوأ أدب وجرأة ووقاحة

أخاف أنه من الإيذاء لمن قد يكون من أولياء الله

والله رأيت وسمعت وبكيت

هل إلى هذا الحد فساد الخلق

إلي قد سرى في جسد النهضة؟

هذا واجبهم تواضع منهم وواجبنا احترامهم

وكلام هذا الانصاري وليس بأنصاري قط

في معرض الإهانة والإيذاء

إنه من دلائل خمود الإيمان وعدم رعاية جانب جده

ومن حقه إن يخالف أي حبيب في رأي ما

لكن حسن الأداب واجب

واجتناب ما يؤذي النبي من أوجب الواجبات

Kelakuan seperti ini bukanlah ciri khas atau akhlak orang-orang NU.

Menyebut anak-cucu Baginda Nabi tanpa menyebutkan julukan mulianya.

Ini su’ul adab namanya, lancang, dan tak tahu diri.

Saya khawatir hal itu bagian dari menyakiti orang yang mungkin saja termasuk dari wali-wali Allah.

Demi Allah aku telah melihatnya, mendengarnya dan saya menangis,

apakah sampai kepada batas ini kerusakan moral/akhlak yg menjalar di tubuh orang-orang NU?

Seharusnya mereka bersikap rendah hati dan Kami berkewajiban memuliakannya.

Ucapan atau pernyataan Anshor ini sama sekali tidak mencerminkan seorang Anshor dalam menghina dan melecehkan.

Sungguh itu tanda-tanda merosotnya iman serta tidak menjaga kemulian kakeknya (Nabi Muhammad).

Seharusnya jika tidak sependapat dengan pandangan atau pendapat seorang habib, namun husnul adab tetap wajib.

Menjauhi hal yang menyebabkan hati Baginda Nabi tersakiti adalah yang paling penting dan yang terwajib.

Bukan nahdliyyin namanya, kalo tak menghormati dzurriyat Rasulullah saw...

Usai Kasus Habib Rizieq, Polisi Terbitkan SP3 untuk Sukmawati

JAKARTA -- Setelah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3) atas kasus chat berkonten negatif Rizieq Shihab, polisi kembali mengeluarkan SP3. Kepolisian menerbitkan SP3 atas kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri pada acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya Di Ajang Indonesia Fasion Week 2018 di JCC, 29 Maret 2018 lalu.

"Berdasarkan hasil penyelidikan, bahwa perbuatan terlapor Sukmawati Soekarnoputri, membacakan puisi berjudul Ibu Indonesia pada tanggal 29 Maret 2018 di JCC pada acara 29th Anne Avantie, disimpulkan tidak ditemukan perbuatan melawan hukum / perbuatan pidana, sehingga perkara tersebt tidak dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Polisi Mohammad Iqbaldalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Ahad (17/6).

Iqbal mengungkapkan kepolisian menerima 30 laporan. Dua laporan polisi juga telah dicabut oleh pelapor, sehingga tersisa 28 laporan. "Penyelidik telah mendengar keterangan 29 pelapor (28 pelapor + 1 saksi) penyelidik juga telah memeriksa terlapor. Penyelidik telah mendengar keterangan ahli empat orang masing-masing satu ahli bahasa, satu ahli sastra, satu ahli agama, dan satu ahli pidana," ujarnya.

Sebelumnya Sukmawati dilaporkan atas puisinya yang dianggap menghina agama Islam. Hal itu karena puisi tersebut mempertentangkan syariat, seperti azan dan cadar, dengan kebudayaan nasional, seperti kidung dan konde.

Sumber Berita :
Republika

Difitnah Lanjutkan Program Reklamasi, Ini Jawaban Telak Anies


Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan memastikan bahwa penerbitan  Pergub Nomor 58 Tahun 2018 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Koordinasi Pengelolaan (BKP) Reklamasi Pantai Utara Jakarta, tidak bertujuan untuk melanjutkan proyek reklamasi.

"Proyek itu berencana membuat 17 pulau, yang jadi baru empat. Jadi, kita kelola yang empat ini, sementara yang belum jadi, proyeknya kita hentikan," katanya dalam dialog dengan TVOne, Kamis (14/6/2018) malam.

Ia menilai, orang-orang yang mengatakan bahwa ia melanjutkan proyek reklamasi adalah orang-orang yang mengkritik imajinasinya sendiri.

"Kita tidak ada rencana untuk meneruskan reklamasi," tegasnya.

Mantan Mendikbud ini menjelaskan, pemerintah bekerja berdasarkan perencanaan, dan Pemprov DKI juga punya perencanaan yang tertuang dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2018-2022.

"Dalam RPJMD, reklamasi tidak dimasukkan. Artinya, tidak masuk dalam perencanaan. Itu clear," tegasnya.

Ia menegaskan bahwa Pergub Nomor 58 yang diterbitkan untuk mengelola empat pulau reklamasi yang telah jadi, dasar hukumnya mengacu pada Keppres Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta, dan Perda Nomor 8 Tahun 2005.

Ketika disinggung tentang batik naga pringgodani yang ia kenakan saat menyegel Pulau C dan D beserta bangunan-bangunan di atasnya, yang menimbulkan persepsi macam-macam karena pemilik pulau yang disegel diketahui merupakan satu dari Taipan yang akrab disebut 9 Naga? Anies mengklaim kalau batik iti batik pavoritnya.

"Motif batik itu bermkana mengayomi, melindungi, dihuat tahun 2010 oleh teman baik saya dari Pekalongan. Dia pengrajin batik, namanya Imam," katanya.

Anies menjelaskan, kepada temannya itu ia mengatakan, kalau ada acara-acara unik, batik itu akan ia pakai.

"Dan penyegelan pulau reklamasi itu buat saya unik, makanya saya pakai," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebijakan Anies menerbitkan Pergub Nomor 58 Tahun 2018 membuat dia dituding melanjutkan proyek reklamasi.

"Dengan Pergub tersebut, Pemprov DKI Jakarta justru membuat badan khusus dalam rangka melanjutkan reklamasi," kata Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Marthin Hadiwinata melalui pesan elektronik kepada sejumlah media, Selasa (12/6/2018).

Ia bahkan menyebut kalau penerbitan Pergub itu menjadi kado pahit Lebaran buat nelayan Teluk Jakarta.

Sumber: Harian Umum

Yusril Minta Penyebar Konten Porno Rizieq Shihab Dipidana

Yusril Ihza Mahendra menyebut dirinya mengawal kasus chat porno Rizieq Shihab sejak awal. Dia menilai sudah sepantasnya polisi menghentikan kasus itu. (CNN Indonesia/Artho Viando).
Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra mengaku tak terkejut dengan kabar Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus chat porno Rizieq Shihab dari kepolisian. Menurut Yusril, sudah sepantasnya polisi menghentikan kasus itu karena tak ada unsur pidana di dalamnya.

"Kalau sekarang kepolisian mengambil kesimpulan mengeluarkan SP3 ke Habib Rizieq, saya pikir ya sudah," kata Yusril saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (16/6).

Ketua Umum Partai Bulan dan Bintang (PBB) ini bercerita bahwa ia adalah salah satu orang yang mengawal kasus chat mesum Rizieq sedari awal. Berbagai usaha ia lakukan untuk membela, termasuk menemui Presiden Joko Widodo jelang hari raya Idul Fitri tahun lalu.


Kepada sang presiden, Yusril menjelaskan bahwa tak ada unsur pidana dalam kasus itu. Justru, menurutnya pembuat rekaman chat dan penyebarnya yang patut dijerat pidana.

"Walaupun dengan asumsi terburuk konten chat itu memang ada dan disimpan oleh pemiliknya, itu tetap tidak bisa dipidana, yang bisa dijerat yang menyebarkannya itu," kata Yusril.

Bahkan, apabila kasus itu berhasil dilimpahkan ke pengadilan, Yusril yakin kasus itu tak akan terbukti dan semua tersangka akan bebas.

Dalam pertemuan dengan Jokowi itu, Yusril juga menawarkan tiga solusi untuk menyelesaikan perkara yakni SP3, amnesti, dan abolisi. Yusril menganjurkan Jokowi mengambil amnesti.

"Agak enggak enak kalau SP3 karena berarti polisi tak bisa membuktikannya," katanya.

Waktu penyelesaian kasus yang berlarut-larut, kata Yusril, disebabkan oleh perbedaan persepsi dari pihak Istana. Namun, dia bersyukur pemberian SP3 untuk Riziq sudah keluar.

Lihat juga: Kuasa Hukum Rizieq Shihab Bantah Jokowi Islamofobia

CNNIndonesia.com mencoba mengonfirmasi kabar penghentian kasus ini ke Polda Metro Jaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mempersilakan untuk mengonfirmasi ke Mabes Polri.

"Silakan ke Mabes (konfirmasi), Pak Iqbal (Karopenmas Polri Brigjen Pol M Iqbal)," kata Argo lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (15/6).

Sementara itu, hingga berita ini ditulis Mabes Polri belum juga memberikan klarifikasinya.
Sumber Berita : 

Kasus Chat Fitnah HRS SP3, PDIP Minta Hormati Langkah Hukum Kepolisian

Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno menegaskan pihaknya terus menunggu kepastian dan penjelasan dari polisi soal Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) yang melibatkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab soal Chat Fitnah di media sosial.

Kendati demikian, Hendrawan menegaskan pihaknya akan menghormati keputusan hukum apapun langkah yang diambil oleh kepolisian termasuk apabila telah menerbitkan SP3.

“Ya kita sabar menunggu klarifikasi dan penjelasan dari kepolisian. Kita harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” ujar Hendrawan di Jakarta, Jumat (15/6/2018) malam.

Sebelumnya, Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab mengaku sudah menerima Surat Perintah Penghentiaa Penyidikan (SP3) Kasus Chat Fitnah. Habib Rizieq menyatakan menerima surat asli SP3 dari pengacaranya, Sugito Atmo Prawiro.

Dan Sugito pun ketika dikonfirmasi mengakui bahwa ia telah menerima SP3 kasus tersebut dari Polisi, lalu surat tersebut langsung ia kirimkan kepada Habib Rizieq di Tanah Suci.

Hal itu disampaikan Habib Rizieq lewat video yang telah tersebar luas dan viral di Media Sosial pada Hari Jumat (15/06/2018), tepat di Hari Raya Idul Fithri 1439 H. Dalam video tersebut, Habib Rizieq berbicara didampingi istri dan anak-anaknya.

“Di hari yang fitri ini, kami juga ingin menyampaikan kabar baik, alhamdulillah ya rabbil alamin, hari ini kami mendapatkan surat asli SP3 kasus chat fitnah, surat asli SP3 kasus chat fitnah, surat asli SP3 kasus chat fitnah yang dikirim oleh pengacara kami, yaitu Bapak Sugito, yang beliau dapatkan SP3 ini dari penyidik,” kata Habib Rizieq.

Foto: Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno

Sumber: Teroponghukum

Polisi Resmi Nyatakan Kasus Chat Fitnah Habib Rizieq Shihab Sudah Dihentikan

 
Jakarta - Polisi akhirnya membenarkan pengakuan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab tentang dihentikannya penyidikan Kasus Chat Fitnah. Penghentian kasus itu merupakan kewenangan penyidik.

"Betul penyidik sudah hentikan kasus ini, Bahwa (dihentikannya kasus) ini semua kewenangan penyidik," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal, kepada detikcom, Sabtu (16/6/2018).

Iqbal mengatakan keputusan penyidik untuk menutup kasus Chat Fitnah Habib Rizieq berawal dari adanya surat resmi dari pengacara yang berisi permintaan agar kasus ini dihentikan. Menanggapi surat tersebut, penyidik melakukan gelar yang berujung pada keputusan dihentikannya perkara.

Kabar soal penghentian kasus chat Habib Habib Rizieq ini sudah berembus pada awal Juni 2018. Saat itu, polisi belum memberikan penjelasan secara terang-benderang mengenai dihentikan atau tidaknya kasus ini.

Kemarin (15/6), bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, Habib Rizieq membuat video yang didalamnya berisi rasa syukur dan pengakuan mengenai kasus dugaan Chat Fitnah dihentikan oleh Polda Metro Jaya.

"Di hari yang fitri ini, kami juga ingin menyampaikan kabar baik, alhamdulillah ya rabbil alamin, hari ini kami mendapatkan surat asli SP3 kasus chat fitnah, surat asli SP3 kasus chat fitnah, surat asli SP3 kasus chat fitnah yang dikirim oleh pengacara kami, yaitu Bapak Sugito, yang beliau dapatkan SP3 ini dari penyidik," kata Habib Rizieq dalam video tersebut.

Foto: Karopenmas Polri Brigjen Iqbal

Sumber: Detik

Kasus Chat Fitnah SP3, Kapolri: Polisi Telah Periksa Habib Rizieq Di Tanah Suci


Jakarta - Berkaitan dengan diterbitkannya SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) oleh Kepolisian terhadap Kasus Chat Fitnah yang menimpa Imam Besar Umat Islam Habib Rizieq Shihab, muncul pertanyaan dari segelintir orang yang ketinggalan atau bahkan buta informasi tentang perkembangan kasus ini.

Termasuk dari Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Ia mempertanyakan kepada pihak kepolisian terkait pemeriksaan Habib Rizieq dalam kasus ini. Sebab menurutnya semenjak Habib Rizieq terbang ke Arab Saudi belum ada kelanjutan lagi pemeriksaan terkait kasus chat.
Baca Juga

    Polisi Resmi Nyatakan Kasus Chat Fitnah Habib Rizieq Shihab Sudah Dihentikan
    Kasus Chat Fitnah HRS SP3, PDIP Minta Hormati Langkah Hukum Kepolisian
    Muslim Jawa Tengah Hadirilah Tabligh Akbar Di Ponpes Al Anshory Purworejo

“Sekarang Habib Rizieq kan enggak pernah diperiksa atau dimintai keterangan, saya tidak tahu apakah pernah dimintai keterangan di Arab, karena ini kan menjadi semuanya kesannya tertutup,” ujarnya.

Kesimpulan dari keterangannya tersebut, Ferdinand jelas mengakui bahwa ia tidak tahu menahu apakah Habib Rizieq pernah atau tidak dimintai keterangan oleh polisi.

Karena faktanya Polisi ternyata sejak lama telah memeriksa imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengakui bahwa pihaknya telah memberangkatkan tim ke Mekkah untuk memeriksa Habib Rizieq atas Kasus Chat Fitnah tersebut.

"Dan hasilnya sudah kita periksa. Yang bersangkutan (Habib Rizieq) dipanggil kan sebagai saksi," ujar Tito kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Tito mengatakan upaya jemput bola itu dilakukan untuk mempercepat proses penyidikan karena Habib Rizieq sedang beribadah di Tanah Suci.

"Karena yang bersangkutan sedang ibadah, daripada menunggu, anggota berangkat lakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan," imbuhnya.

Jadi pihak Kepolisian telah bertindak profesional dalam menangani kasus ini termasuk memeriksa dan meminta keterangan para Saksi termasuk Habib Rizieq Shihab.

Sampai akhirnya Kepolisian mengeluarkan SP3 karena Chat ini tidak terbukti dan pemfitnah yang mengupload Chat Rekayasa ini pun tidak ditemukan.

Ferdinand Hutahaean pun mengakui bahwa dari sisi hukum Kasus Chat Fitnah ini memang harus dihentikan bila memang kurang bukti.

“Tetapi kalau kami melihat dari sisi hukumnya saja, kalau kasus ketika tidak layak diteruskan karena kurang bukti dan keterangan saksi ya memang harus dihentikan dengan SP3", demikian tutup Ferdinand.

Foto: Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D

Sumber Berita :

Jumat, 15 Juni 2018

Ketua Divisi Hukum PA 212 DH Lubis Angkat Bicara Terkait SP 3 IB HRS


PERNYATAAN SIKAP TERKAIT SP3 KASUS CHAT FITNAH, IB HRS : Selain barokah dari Allah SWT Di hari Kemenangan Iedul Fitri atas doa para ulama dan ummat muslim pengikut IB HRS juga adalah hasil maksimal perjuangan dari seluruh anggota tim pengacara dan fakta hukum yang illusioner terkait dugaan a quo.

Sehubungan telah diterbitkannya Surat Pengehentian Penyidikan Perkara (SP3) kasus CHAT FITNAH HRS pada hari ini Jum’at, 15 Juni 2018 / 1 Syawal 1439 H yang diterima oleh Alhabib Muh Rizieq Syihab melalui salah seorang pengacaranya Sugito, SH.

Untuk itu Damai Hari Lubis yang juga salah seorang dari tim pengacara IB HRS , dan selaku ketua divisi hukum PA 212 menyampaikan dan menyatakan :

1. Mengapresiasi langkah hukum Kepolisian RI / Polri yg telah mengeluarkan penetapan SP.3 terhadap kasus fitnah terhadap kliennya IB HRS. Karena sejalan dengan legal opini Tim Pengacara yang pernah disampaikan kepada penyidik polri.

2. Bahwa terhadap penetapan penyidik dengan status TSK atas beberapa dugaan kepada IB HRS lainnya ; lambang uang kertas “mirip lambang PKI” dan terkait ucapan ” campur racun ” yang mengkaitkan Dedi Mulyadi Bupati Purwakarta ( cawagub Jabar ) dll.nya. Adalah lebih sulit dari pembuktiannya dibanding daripada kasus Chating yang memang tidak pernah ada fakta hukumnya, apalagi disandingkan kasus penghinaaan terhadap Pancasila atas laporan Sukmawati Soekarno Putri secara hukum dan dari aspek pembuktian terhadap delik yang disangkakan. Atau jauh lebih lemah dasar hukum atas dugaan yang disangkakan oleh penyidik pada tuduhan chat porno.

Sehingga kami akan terus berjuang demi hukum dan keadilan serta kami sangat yakin untuk mendapatkan SP.3 terhadap kasus2 dugaan tersebut untuk waktu yang tidak terlalu lama sejak penetapan SP.3 hari ini terhadap kasus chat.

Ketua Divisi Hukum PA
212

Jakarta , 15 Juni 2018
( Damai Hari Lubis)

Pernyataan Sikap Persaudaran Alumni (PA 212) Terkait SP3 Kasus Chat Fitnah Habib Rizieq

Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa pihak kepolisian ahkirnya menyerahkan SP3 asli terkait kasus chat fitnah Habib Rizieq Syihab kepada pengacaranya yaitu Sugito S.H.

Dan berikut adalah tanggapan anggota Persaudaran Alumni 212 terkait SP3 kasus chat fitnah terhadap Habib Rizieq yang disampaikan oleh Ust Novel Bamukmin, kepada karawangmetro.com,  Jum’at, (15/06/2018).

“Kami mengapresiasi langkah polri yang telah mengeluarkan SP3 terkait masalah ini. Semoga perkara lain yang terkait aktifis dan ulama dan tokoh 212 lainya polri juga bisa berbuat yang demikian yaitu dengan memberikan SP3, hal itu perlu dilakukan demi tegaknya kebenaran dan keadilan,” terangnya.

Alhamdulillah, ini merupakan kado lebaran bagi umat islam yang cinta pada ulama yang tetap istiqomah dalam membela agama, bangsa dan negaranya, tegasnya.

Dan berikut adalah keterangan resmi persaudaran Alumni 212 :



Idulfitri Habib Rizieq Shihab Umumkan SP3 Dari Mekkah


Bertepatan dengan hari raya Idulfitri (15/06/2018), Habib Rizieq Shihab mengumumkan SP3 atas kasus yang menimpah dirinya. Dengan didampingi keluarganya, pengumuman SP3 Chat Pornografi ini disampaikan dari Mekkah.

Pengumuman penghentian penyelidikan ini secara lengkap disampaikannya langsung kepada Front TV, atau dilihat di youtube.

Dengan didampingi oleh isteri dan anak-anaknya, Habib Rizieq mengumumkan telah menerima Surat Asli SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) kasus Chat Fitnah terhadap dirinya dari pengacaranya, Sugito Atmo Prawiro. Sugito sendiri mendapatkannya langsung dari Penyidik.
Habib Rizieq Shihab mengapresiasi kepada Kepolisian RI yang telah menyampaikan Surat SP3 kepada Pengacaranya. Sehingga hari ini bisa mengumumkannya secara langsung di Kota Suci Mekkah Al Mukarromah, Arab Saudi. Menurutnya, kasus ini dihentikan karena tidak terbukti dan pembuat dan penguploadnya tidak ditemukan.

Selain itu, Habib Rizieq menyatakan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas kabar baik ini. Juga beliau mengucapkan terima kasih kepada isteri dan anak-anak tercinta yang selama ini selalu sabar dan setia mendampingi beliau dalam menghadapi segala fitnah dan cobaan.

Tak lupa beliau memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh umat Islam, Ulama, Ustadz, Kyai dan para Habib, atas segala bantuan dan dukungannya. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada para pengacara dan kuasa hukumnya.

Habib Rizieq juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada DPP FPI beserta seluruh Sayap Juangnya, dan seluruh ormas-ormas Islam beserta rekan seperjuangan. Dalam kesempatan ini, dirinya menghimbau umat Islam menjaga kondusifitas Pilkada serentak di berbagai daerah serta Pilpres yang akan datang. (Ben)


Sumber Berita :
sasklik.com

Rabu, 13 Juni 2018

IPW: Polri Malu-Malu Umumkan SP3 Kasus Chat Fitnah Habib Rizieq

Jakarta - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mempertanyakan kejelas kasus chat fitnah yang disangkakan kepada Habib Rizieq Shihab (HRS)

Dia melihat sikap Polri terkesan politis karena menggantung status hukum HRS. Harusnya kata Neta, Polri tidak mesti merasa malu untuk mengumumkan penghentian perkara (SP3) jika memang tidak memiliki bukti yang kuat terhadap hukum.

“Memang belakangan ini Polri terkesan cenderung aneh, tidak transparan dan berusaha menututupi hal-hal yang sebenarnya tidak perlu ditutupi,” ujar Neta Pane dituslis (10/6).

Sebaliknya kata Neta, jika memang kasus itu masih berlanjut, Polri harus tegas menepis isu SP3 yang dibicarakan oleh publik. Sehingga status hukum menjadi transparan.

“Sikap Polri yang tertutup itu mungkin karena aparatur Polri sudah terlanjur malu. Sehingga mereka malu mengakui” ucap Neta.

Sementara sejak awal IPW melihat kasus chat palsu Habib Rizieq lemah dibawa ke ranah hukum, namun polisi tetap memaksa. Neta menilai, pemaksaan kehendak itu sama seperti dalam menangani kasus ujaran kebencian Alfian Tanjung yang dilepas pengadilan.

“Jika pun kasus Habib Rizieq Shihab dipaksakan ke pengadilan, IPW khawatir pengadilan akan membebaskannya,” tutur dia.

Sumber:

Selasa, 12 Juni 2018

INDONESIA DIPERSIMPANGAN JALAN.

Oleh : Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra
Pilihannya ada pada anda semua warga muslim sebagai pemilih di seluruh Indonesia Wallahu a’lam.

Bagi kita mungkin tidak, tapi kelak anak cucu kita akan menjalani hidup yang berat, mengapa ?

Saudaraku seiman, negeri ini sedang diserang 5 kekuatan besar sekaligus dalam waktu bersamaan :
1. Komunis 
2. Nasrani 
3. Yahudi 
4. Syiah 
5. Munafikun 

Penyerangan telah dimulai sejak 18 tahun yang lalu dengan sangat sistematis, kini mereka telah berhasil masuk ke berbagai bidang : 
1. Pemerintah 
2. Ekonomi 
3. Politik 
4. Media 
5. Pertanian 
6. Kesehatan 
7. Pendidikan 
8. Pesantren dsb nya..

Mereka juga telah menguasai struktur birokrasi.

DPR, MPR, KPK, POLISi
Bahkan TNI sudah nyaris dilumpuhkan.

Kiyai Pesantren dan Tokoh Akademisi Reformasi sudah mulai mendukung mereka. Penawaran bersifat duniawi sangat aktif mereka lakukan. 

Paling parah adalah mereka telah berhasil mengubah konstitusi UUD 45, bahwa kini Presiden bisa dijabat oleh seorang warga negara dengan KTP Non Pribumi. 

Beberapa tokoh yang berupaya mengembalikan kemurnian konstitusi UUD 45 justru kemarin ditangkap dan dicurigai sebagai makar, tanpa alasan yang dapat dibuktikan. 

Fakta kasat mata adalah Reklamasi Jakarta, dengan luas 800 Hektar akan mampu menampung lebih dari 20 juta penduduk imigran Cina.
Seluruh imigran secara otomatis akan menjadi WNI dan memiliki KTP seumur hidup, mereka akan jadi penyumbang suara tetap setiap kali PILKADA dilangsungkan. Dengan 200 juta suara maka PILKADA akan mudah dimenangkan etnis Cina, sehingga Gubernur se Indonesia dapat dipastikan akan selalu mereka raih, untuk selamanya.

Setelah semua Pilkada dikuasai maka berikutnya 200 juta imigran akan kembali masuk mengisi berbagai pulau negeri ini hingga tahun 2020, maka PILPRES pun akan mudah sekali mereka menangkan. 

Kini semua tergantung upaya kita. Tak bisa lagi kita berharap pada DPR dan MPR.
Bahkan TNI untuk menghalau ancaman ini.

Bila sahabat Muslim tak peduli dengan kondisi ini, maka semua proses destruktif ini tak bisa dihentikan, dan tak ada jaminan anak cucumu terbebas dari murtad.

Pada saat itu, setiap hari akan menjadi hari yang berat untuk dilalui, penindasan dan perang sudah pasti tak terelakan. 

Buka mata buka hati wahai saudaraku, beberapa negara Muslim sudah mengalaminya, kini hancur lebur negaranya, kita adalah target mereka berikutnya.

Kondisi mungkin akan segera berubah dalam hitungan bulan, dalam kusrun 1 atau 2 tahun, semua proses sudah berjalan. Lakukan sesuatu wahai saudaraku, beritakan ini pada sahabat dan pada setiap Muslim di negeri ini, sampaikan dengan pelan, dengan kadar yang saudara kita mampu menerimanya. Sungguh Allah Maha Melihat upayamu, hingga kelak Allah akan selamatkan anak cucumu karena upayamu hari ini, semoga kita semua Husnul Khotimah, Aamiin.

Kondisi sebenarnya. 
Hanya mengingatkan … Akankah peduli?

[Mohon agar dapat disebar-luaskan dengan cara yang arif lagi bijaksana, mudah-mudahan bermanfaat bagi segenap kaum Muslimin NKRI]
_____
Cendikiawan Muslim Indonesia.                  *Lanjutkan ke Group Lain BILA CINTA ANAK CUCU &  CINTA INDONESIA.

KITA DIPERMALUKAN OLEH STAQUF

Kalau Staquf ke Israel mewakili umat Islam non-politik non-negara untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina melalui diplomasi jalur kedua, pasti Staquf akan jadi pahlawan. Tetapi dia ke Israel untuk bicara pada acara yang diadakan oleh American Jewish Community (AJC) yang merupakan organisasi advokasi bangsa Yahudi di Amerika. Artinya apa pun yang akan dikatakan Staquf dalam forum mengenai Palestina, ibarat menggarami lautan karena AJC sendiri tak akan mendengar kata Staquf karena tujuan AJC untuk membela bangsa Yahudi.

Alih-alih bisa membuat umat Islam sedunia bangga atas undangan ini, malah kehadiran dia di sana menimbulkan kemarahan. Karena bagaimana mungkin bicara perdamaian di atas tanah jajahan Israel yang diikuti oleh pembantaian yang brutal? Memangnya siapa Staquf sehingga merasa mampu mempengaruhi jalannya kezaliman di Palestina, sementara PBB dan komunitas internasional tidak dihiraukan sejak lama oleh Israel?

Staquf adalah simbol kekonyolan baru yang tak terperikan. Dia diperalat oleh lembaga advokasi Yahudi tetapi dia merasa sedang berjuang untuk bangsa Palestina.

Yang lebih konyol lagi, bagaimana mungkin Staquf akan berjuang demi bangsa Palestina dan Islam sementara dalam pembicaraannya di forum dia menyebut Al Quran adalah dokumen sejarah yang harus diubah agar bisa relevan ajarannya dengan tuntutan zaman? Pandangan ini adalah khas pandangan kaum liberal dalam memahami teks kitab suci. Inilah cara pandang yang diharapkan oleh pengundangnya. Karena di Barat hermeneutika atau tafsir demikianlah yang menjadi arus utama.

Bagaimana mungkin mengharapkan keharuman Islam dari orang yang meragukan kebenaran kitab sucinya dengan menyebutnya sebagai dokumen sejarah? Bagaimana mungkin mengharapkan pembelaan saudara seagama dari orang yang otaknya sudah dicuci sesuai dengan cara berpikir musuh Islam?

Alhasil, kehadiran Staquf di Israel tidak membawa nilai tambah apa pun. Malah justru mempermalukan Indonesia dan umat Islam di mata internasional. Karena Staquf tidak cuma menjadi pengurus teras PB NU, tetapi juga adalah salah seorang anggota Wantimpres.