Minggu, 17 Juni 2018

JANGAN PANGGIL "RIZIEQ" TAPI PANGGILAH "HABIB RIZIEQ"

J O E N:

Gus Anam, panggilan populer K.H. Zuhrul Anam, tokoh NU menantu KH Makmun Zubair (mbah Moen)
dalam bait-bait indah di bawah ini

menegur keras perilaku oknum Banser   yang menyebut Habib Rizieq dengan sebutan 'Rizieq' saja tanpa ada kata 'Habib' di depannya.
Perilaku yang sama sekali tidak mencerminkan akhlak dan tradisi NU.
Berikut bait-bait indah beliau soal ini

ليس من خلق النهضيين

ذكر الذرية مجردين عن أي لقب تشريف

سوأ أدب وجرأة ووقاحة

أخاف أنه من الإيذاء لمن قد يكون من أولياء الله

والله رأيت وسمعت وبكيت

هل إلى هذا الحد فساد الخلق

إلي قد سرى في جسد النهضة؟

هذا واجبهم تواضع منهم وواجبنا احترامهم

وكلام هذا الانصاري وليس بأنصاري قط

في معرض الإهانة والإيذاء

إنه من دلائل خمود الإيمان وعدم رعاية جانب جده

ومن حقه إن يخالف أي حبيب في رأي ما

لكن حسن الأداب واجب

واجتناب ما يؤذي النبي من أوجب الواجبات

Kelakuan seperti ini bukanlah ciri khas atau akhlak orang-orang NU.

Menyebut anak-cucu Baginda Nabi tanpa menyebutkan julukan mulianya.

Ini su’ul adab namanya, lancang, dan tak tahu diri.

Saya khawatir hal itu bagian dari menyakiti orang yang mungkin saja termasuk dari wali-wali Allah.

Demi Allah aku telah melihatnya, mendengarnya dan saya menangis,

apakah sampai kepada batas ini kerusakan moral/akhlak yg menjalar di tubuh orang-orang NU?

Seharusnya mereka bersikap rendah hati dan Kami berkewajiban memuliakannya.

Ucapan atau pernyataan Anshor ini sama sekali tidak mencerminkan seorang Anshor dalam menghina dan melecehkan.

Sungguh itu tanda-tanda merosotnya iman serta tidak menjaga kemulian kakeknya (Nabi Muhammad).

Seharusnya jika tidak sependapat dengan pandangan atau pendapat seorang habib, namun husnul adab tetap wajib.

Menjauhi hal yang menyebabkan hati Baginda Nabi tersakiti adalah yang paling penting dan yang terwajib.

Bukan nahdliyyin namanya, kalo tak menghormati dzurriyat Rasulullah saw...