Minggu, 29 Juli 2018

Inilah Habib Salim Segaf Aljufri, Tokoh Intelektual Sholeh Asal Solo

pa212.net - Jakarta - pada 17 Juli 1954, di Pasar Kliwon, Solo, terlahir seorang bayi yang diberi nama Salim Segaf Al-Jufri. Beliau menghabiskan masa anak-anak di kota Solo sampai lulus di SD Diponegoro.

Setelah tamat Sekolah Dasar, Ustadz Salim berpindah ke Palu. Di kota ini, beliau mengenyam pendidikan MTs Al-Khairaat dan MA Al-Khairaat. Sangat masuk akal, karena Ustadz Salim adalah cucu dari ulama besar yang menetap di Palu, yakni KH Said Idrus Al Jufri. Ulama yang lebih dikenal dengan nama “Guru Tua Al Jufri” adalah pendiri Yayasan Al Khairaat.

Lulus dari MA Al-Khairaat, Ustadz Salim merantau ke Arab Saudi, dan menyelesaikan jenjang S1, S2 dan S3 di Jurusan Syariah, Madinah University, Arab Saudi. Usai menyelesaikan pendidikannya di Arab Saudi, Ustadz Salim kembali ke Indonesia dan menjadi pengajar di Program Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah, Dosen Dirosat Islamiyah Al-Hikmah, Jakarta juga menjadi staf pengajar di Fakultas Syariah LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab), Jakarta. Di kancah internasional, Ustadz Salim merupakan Direktur Perwakilan WAMY (World Assembly of Muslim Youth) di Asia Timur dan Asia Tenggara sejak tahun 2002 hingga sekarang.

Pada 20 Juli 1998, Partai Keadilan (PK) dideklarasikan di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta. Kemudian PK berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Di partai dakwah ini, Ustadz Salim pernah menjabat sebagai ketua dewan syariah. Kemudian, pada tahun 2005, beliau ditunjuk Presiden SBY menjadi Dubes untuk Kerajaan Arab Saudi dan Kerajaan Oman sejak Desember 2005. Kemudian, beliau masuk dalam jajaran kabinet sebagai Menteri Sosial RI dalam Kabinet Indonesia Bersatu II (2009 – 2014).

Kemudian, berdasarkan Musyawarah Majelis Syuro PKS yang berlangsung di Lembang, Jawa Barat, bulan Agustus 2015, Ustadz Salim diberi amanah berat untuk menjadi Ketua Majelis Syuro PKS untuk periode 2015 hingga 2020. Majelis Syuro adalah lembaga tertinggi di tubuh Partai Keadilan Sejahtera.

Meski memiliki “darah biru” ulama dan berpendidikan tinggi dengan prestasi cemerlang, Ustadz Salim dikenal sebagai sosok yang sangat bersahaja. Saat menjadi menteri misalnya, ketika melakukan perjalanan ke daerah-daerah, beliau sering menginap di rumah masyarakat ketimbang hotel mewah. Beliau juga sangat santun, jujur, lembut dan rajin beribadah. Saat Ramadhan, beliau biasa beri’tikaf di masjid.

Ustadz Salim menikah dengan Zaenab Alwi Basri dan dikaruniai 5 anak, yaitu Idrus Salim, Sarah Salim, ‘Afaf Salim, Rihab Salim dan Sumayyah Salim. Dengan amanah berat yang disandangnya saat ini, mari kita doakan agar beliau senantiasa diberikan kekuatan. [US, dari berbagai sumber].

Foto: Habib Salim Segaf Aljufri saat membaca Maulid

Dahsyat! Ratusan ribu warga Batam hadiri Deklarasi 2019 Ganti Presiden.

 Dahsyaat....
Deklarasi #2019GantiPresiden di berbagai daerah, seperti Solo, Jogjakarta, untuk Batam....hari ini bejalan sukses, peserta membludak memenuhi lokasi acara....
Ada berbagai alasan yang membuat timbulnya Aksi ini menurut beberapa pandangan masyarakat.
Harga barang naik, Hukum yang Tajam ke bawah tumpul ke atas, ketidak stabilan ekonomi, yg di indikasikan nilai dolar US yang hampir tembus Rp 15.000, Pembiaran pelecehan agama terutama Islam oleh penguasa, dan banyak lagi yang pada akhirnya masyarakat mengambil sikap #2019GantiPresiden.

Mengacu Aspirasi masyarakat, dan tindak lanjut Rakornas PA 212, maka di adakanlah IJTIMA' Ulama yang baru saja berakhir, yang menghasilkan Rekomendasi Ulama dan Tokoh untuk CAPRES PRABOWO SUBIANTO dengan Wapres Dr. Habib Salim Segaf AlJufri dan Ust. Abdul Shomad, Lc.

Satu komando....
Itulah kesepakatan kita bersama....
Sami'na Wa'atho'na...itulah sikap Mujahid dan Mujahidah terhadap Ulama sebagai pemimpin kita...

Kita sukseskan, kita dukung, dan tugas utama kita saat ini adalah....
Sosilaisasikan hasil IJTIMA ULAMA DAN  TOKOH NASIONAL, yang merekomendasi Cawapres untuk  Bpk. Prabowo Subianto CAPRES 2019.

Ayo kita sosialisasikan dengan bermasyarakat, yang Ustadz. bisa melalui media ceramah ceramahnya....
Bagi Aktivis Islam melalui AKTIF AKSI #2019GantiPresiden,
Untuk yang aktif di media Sosial....mari kita Viralkan terus #2019GantiPresiden....


TAKBIIIIR....!!!


AS MCPA212

Sabtu, 28 Juli 2018

Sakit Parah, Kyai Maksum Hadiri Ijtima' Ulama, Ustadz Zaitun Terharu: Saya Bagai Melihat Amru Bin Jamuh

BARA JUANG SANG KIYAI

Saya kaget, terkejut, terharu. Di pertemuan IJTIMA' GNPF ULAMA tadi malam, ada yang istimewa bagi saya. Ada yang menambah ruh perjuangan tersendiri dalam Ijtima Ulama semalam.

Saya menyambut beliau. Dan beliau dengan penuh sayang menyambut saya sambil mengatakan, "Ta'aal.. Ta'aal yaa waladi.. Ana musytaaq laka jiddan.." Sini.., Mari sini ananda. Saya rindu sekali sama antum."

Jaa'a rajulun min aqshal madiinah, KH Maksum Bondowoso, beliau hadir. Dari ujung timur Pulau Jawa. KH Maksum Bondowoso datang Memakai kursi roda, berbagai selang dan botol infus. Seakan saya melihat sahabat Nabi Amru bin Jamuh dengan kaki pincangnya menyongsong ke medan Uhud.

Atau Abu Ayyub Al Anshari yang merasa tidak pantas mengajukan udzur, lalu memilih bersama pasukan menuju benteng Konstantin. Sambil dengan lugas melantunkan "infiruu khifaafan wa tsiqaalan (Maju berjuanglah terus, walau dalam keadaan Lapang maupun dalam keadaan Sulit)"... Sungguh, ini menggambarkan kerisauan beliau!

Dalam keadaan seperti itu, beliau memilih tetap hadir. Di antara ratusan ulama dan zu'ama untuk bersama-sama mencari "makhraj" (solusi) atas berbagai persoalan bangsa kita.

Hafizhahullahu ta'ala.
Syafaahullah, syifaa'an laa yughaadiru saqaman.

Akhukum,
Muhammad Zaitun Rasmin

Rombongan Bunda Neno Warisman Dihadang Sekelompok Massa Di Bandara Hang Nadim Batam

pa212.net - Batam - Aksi demonstrasi dan penghadangan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang secara syah menginjakkan kakinya di wilayah tanah airnya sendiri, ironisnya kembali terjadi di Indonesia, dan kali ini di Bandara Hang Nadim, Batam.

Susana di Bandara Hang Nadim Batam, sore ini, Sabtu (28/7/2018) mendadak memanas. Sekelompok orang mendatangi Bandara dengan tujuan untuk menghadang kedatangan rombongan Hajjah Neno Warisman.

Seperti kita ketahui Bunda Neno belakangan ini mulai mendapatkan beberapa terror usai beliau aktif di Gerakan 2019 Ganti Presiden nya itu. Termasuk mobil beliau yang dalam keadaan mati dan terparkir mendadak terbakar minggu lalu.

Namun sedikitpun bunda Neno tidak takut apalagi mundur dalam memperjuangkan gerakan syah dan konstitusional yang ia lakukan. Justru gerakan melakukan persekusi Bandara lah yang merupakan pelanggaran hukum.

Seelompok massa itu sempat bersitegang dengan aparat polisi di Bandara Hang Nadim. Polisi pun berusaha menambah personelnya dan membentuk barisan berlapis agar tidak bisa ditembus oleh sekelompok massa tersebut.

Dalam orasinya, seorang wanita dari kelompok penghadang mengatakan bahwa mereka akan terus mengejar Bunda Neno jika aparat memperbolehkan Neno di Batam.

"Kemanapun kami akan mengejarnya," kata wanita tersebut.

Indonesia adalah negara Hukum, bukan negara preman.

Hukum menyatakan masyarakat dilarang menyampaikan pendapat atau berdemo di obyek vital transportasi nasional seperti bandara, pelabuhan dan stasiun dan seluruh warga negara Indonesia mempunyai kewajiban untuk mentaatinya.

Hal itu tercantum dalam Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2017 yang dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada 18 Mei 2017.

Jadi melakukan aksi persekusi di Bandara Hang Nadim adalah sebuah pelanggaran hukum dan menginjak-injak hukum yang berlaku di Indonesua dan jelas wajib dipatuhi oleh seluruh rakyat Indonesia, tanpa kecuali.

“Penyampaian pendapat di muka umum sebaiknya dilaksanakan di tempat-tempat terbuka untuk umum kecuali di lingkungan Istana Kepresidenan, tempat ibadah, instalasi militer, rumah sakit, pelabuhan udara atau laut, stasiun kereta api, terminal angkutan darat dan obyek vital nasional,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, JA Barata dalam keterangannya, Jumat (19/5/2017).

Dalam surat edaran, dijelaskan bahwa bandara, pelabuhan, stasiun kereta api dan terminal angkutan adalah obyek vital transportasi. Sehingga tempat tersebut harus dilindungi dari gangguan keamanan.

Hukum dibuat, adalah untuk dipatuhi, bukan untuk dilanggar. Sungguh aneh rasanya apabila aparat penegak hukum membiarkan sekelompok orang menginjak-injak aturan yang ada.

Aksi persekusi di Bandara Hang Nadim oleh sekelompok orang dari kubu yang kontra terhadap Gerakan 2019 Ganti Presiden ini, tentu mengingatkan masyarakat terhadap aksi serupa beberapa hari lalu.

Yaitu aksi yang dilakukan di Bandara Tarakan Kalimantan Utara oleh Kader PDIP Norhayati Andris, yang menbawa sekitar 30 - 40 orang untuk mempersekusi rombongan dakwah Islam FPI yang berisi para Kyai dan Ustadz.

Apakah kelompok penghadang di Bandara Tarakan dan Hang Nadim berasal dari kelompok yang sama?

KUMPULAN VIDEO IJTIMA' ULAMA


Sebelunya taggal 23 Juli 2028 Bertemu Di Hotel Sultan, 
Parpol Dan Ulama Sepakat Kepemimpinan Nasional Harus Diganti
FULL...Acara Pembukaan Ijtimak Ulama Dan Tokoh Nasional
MENGEJUTKAN !! Habieb Rizieq Berpidato mendukung CAPRES 
didepan Ribuan Ulama & Tokoh Nasional
SAMBUTAN PRABOWO SUBIANTO
sambutan tommy soeharto
Yusril Ihza Mahendra: Ijtima' Ulama Jangan Hasilkan Presiden Patung
Sambutan Presiden PKS
Gubernur Anies Baswedan: Ijtima' Ulama akan Catat Sejarah Baru

Jumat, 27 Juli 2018

Para Tamu Sudah Berdatangan Di Acara Ijtima' Ulama Dan Tokoh Nasional

pa212.net - Jakarta - Alhamdulillah, acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional telah resmi dibuka hari ini, Jum'at (27/7/2018) di Hotel Menara Peninsula, Jalan Letjen S. Parman No.Kav 78, RT.6/RW.3, Slipi, Palmerah, RT.6/RW.3, Slipi, Palmerah, Kota Jakarta Barat.

Acara ini digelar oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama [GNPF Ulama) selama tiga hari (27-29 Juli).


Ulama dan tokoh nasional dari berbagai provinsi seperti KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'i Pimpinan Umum Perguruan Islam Assyafi'iyah dan lain-lain hadir untuk membahas persoalan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRl).


Siapa Capres dan Cawapres yang akan dipilih oleh umat Islam pada Pilpres 2019 juga dibahas pada acara ini yang juga akan dihadiri oleh Tokoh Nasional seperti Amien Rais dan Calon Presiden terkuat 2019 Prabowo Subianto.

Rencananya hasil dari Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional ini nantinya akan dilaporkan kepada Imam Besar Umat Islam Habib Rizieq Shihab.

Saat ini pukul sekitar pukul 19.00 WIB sedang berlangsung acara perkenalan dan ramah tamah. Acara ini berlangsung tertutup di Hotel Menara Peninsula.

Ketua Umum GNPF Ulama Ustadz Muhammad Yusuf Martak menyatakan acara ini insya Allah akan dihadiri oleh sekitar 500 Ulama.

“Insya Allah akan hadir sekitar 500 orang ulama dari seluruh daerah di Indonesia, mereka merupakan perwakilan dari berbagai organisasi yang ada. Kita ingin Ijtima’ ini juga menjadi ajang silaturahmi para ulama", ujar Ustadz Yusuf.

Foto: KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'i diapit oleh KH Muhammad Luthfi Rochman Ulama Jawa Tengah (kiri) dan Ulama Aceh (kanan), di lokasi acara Ijtima' Ulama dan Tokoh Nasional, Hotel Menara Peninsula Jakarta, Jum'at (27/7/2018).




Dihadiri 500 Ulama, Ijtima' Ulama Dan Tokoh Nasional Resmi Dibuka

Jakarta - Hari ini, Jum’at (27/7/2018) sore nanti, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama [GNPF Ulama) akan menggelar ljtima’ Ulama dan Tokoh Nasional. Selama tiga hari (27-29 Juli), para ulama dan tokoh nasional dari berbagai provinsi akan membahas persoalan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRl).

Dijadwalkan Ijtima’ Ulama dan Tokoh Nasional akan berlangsung di Hotel Menara Peninsula, Jalan Letjen S. Parman No.Kav 78, RT.6/RW.3, Slipi, Palmerah, RT.6/RW.3, Slipi, Palmerah, Kota Jakarta Barat,Adapun agenda acara selama Ijtima’ Ulama dan Tokoh Nasional, berdasarakan keterangan dari panitia pelaksana: Pukul 14.00 WIB – 15.00 WIB akan digelar Konferensi Pers dengan narasumber: Ustaz Yusuf M Martak (Ketua GNPF Ulama sekaligus Penyelenggara/ Penanggung Jawab Ijtima). Kemudian ,KH Abdul Rasyid Abdullah Syafii (Ketua SC), Ustadz M Nur Sukma (Ketua OC).

Pada pukul 16.00 WIB – 17.30 WIB akan dilakukan ta’aruf antar Peserta dengan Panitia. Pukul 19.00 WIB – 21.00 WIB, seperti dijadwalkan sebelumnya, Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional akan dbuka oleh Gubernur DKI Jakarta.
Hari Kedua, Sabtu (28/7/2018), pukul 10.00 WIB – 11.00 WIB akan digelar Sidang Komisi, berlangsung hingga sore hari. Hari ketiga, Ahad (29/7/2018) kembali akan digelar Konferensi Pers penutupan dan penyampaian Hasil Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional

Seperti diberitakan sebelumnya, tokoh nasional seperti Amien Rais dan Prabowo serta para tokoh Persaudaraan Alumni 212 akan hadir dalam acara tersebut. Ketua Umum GNPF Ulama, Ustadz Yusuf Muhammad Martak dalam jumpa pers menjelaskan, “Sebagai bagian dari bangsa tercinta ini, GNPF Ulama juga ingin memberikan sumbangsih solusi atas persoalan yang sedang terjadi, mulai dari kepemimpinan, ekonomi sampai dengan sosial keagamaan,” kata pria yang juga ketua penyelenggara dan penanggung jawab ijtima’ itu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, litima’ ini nantinya akan dihadiri para ulama dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka diundang ke Jakarta untuk didengar pendapatnya tentang kondisi negeri ini.

“Insya Allah akan hadir sekitar 500 orang ulama dari seluruh daerah di Indonesia, mereka merupakan perwakilan dari berbagai organisasi yang ada. Kita ingin Ijtima’ ini juga menjadi ajang silaturahmi para ulama,” jelasnya.

Sumber: Panjimas

Rabu, 25 Juli 2018

Wiranto: Kegigihan Setan Patut Ditiru....

Mengingat kembali tentang pernyataan Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto yang meminta seluruh kadernya meniru sikap-sikap tertentu dari setan. Adapun sikap-sikap setan yang harus ditiru oleh kader Hanura, menurut Wiranto, yakni kegigihan setan dan tidak saling menjatuhkan.

Pernyataan Wiranto yang meminta kadernya untuk meniru kegigihan setan dilakukan dalam rangka usaha Hanura memenangi pemilihan umum 2014 lalu.

Ketika itu, Wiranto menjelaskan, apa yang dia maksud dengan meniru kegigihan setan adalah karena setan terus berusaha menggoda manusia tanpa mengharapkan imbalan. Setan, menurut Wiranto, juga bekerja tanpa pernah saling menjatuhkan.

Baca juga: Wiranto: Pernah Membatalkan Penunjukan Iriawan

“Kalau setan ganggu manusia tak pernah menyerah, tak pernah berhenti. Saya setuju kegigihan setan itu patut dicontoh dalam pertandingan dan ternyata setan tidak saling menjatuhkan. Tidak pernah ada kuntilanak mengganggu tuyul, masing-masing menghormati profesinya,” kata Wiranto dalam acara buka bersama di Kantor DPP Hanura, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7/2013), dikutip dari Kompas.

Wiranto memaparkan bahwa filosofi kegigihan setan itu ia dapat dari tausiah seorang penceramah saat dirinya berkunjung ke Kalimantan Barat beberapa waktu lalu. Penceramah itu menyampaikan bahwa manusia kalau bertanding dengan kesetanan itu bagus. Sebab, hal itu diartikan gigih, pantang menyerah, dan bukan mengikuti kejahatan yang ditawarkan setan.

Wiranto menyampaikan saat itu, Hanura saat ini sudah masuk dalam pertandingan yang waktu bertandingnya masih panjang. Wiranto pun mendorong semua mesin partai untuk gigih seperti kegigihan setan dan meningkatkan kinerja demi perolehan maksimal pada 2014.

“Intinya kita kesetanan boleh, tapi jangan ikuti setan. Manfaatkan waktu yang tersedia, sebab kalau sudah bertanding, tidak ada waktu untuk menyesali. Berhasil atau tidak merupakan buah perjuangan yang kesetanan tadi,” papar Wiranto.

Sumber Berita :

Politisi PDIP Ajak Tinggalkan Agama Karena Biang Kerok, Warganet Marah

Pernyataan melecehkan agama Islam terlontar dari Politisi PDIP Mohammad Monib. Dengan berani dan lugas, dia menyebut agama merupakan biang kerok dan otoriter saat mengkritik cadar.

Monif menuliskan itu di akun Facebooknya.
Ia mengunggah dua foto. Foto pertama memperlihatkan puluhan siswi SMA mengenakan cadar. Para siswi itu duduk di dalam kelas sambil belajar.


Sementara foto kedua terlihat beberapa wanita mengenakan pakaian adat. Bagian atasnya sedikit terbuka.

Bagi Monif, foto kedua lebih disukainya. Sebaliknya, Monib mencibir foto pertama yang memperlihatkan sejumlah siswi mengenakan cadar.

“Saya lebih suka menikmati foto di bawah. Apa saya salah? Lha, ini selera ku. Apa agama sampai begitu otoriternya atau jangan2 umatnya yang terlalu bernafsu hingga selera pun mesti “sesuai” perintah agama?,” tulis Monib.

“Kalau begitu benar agama itu sudah jadi biang kerok&otoriter. Sudah saatnya agama yang demikian layak dilupakan. Ayo tinggalkan agama,” ajak Monib.

Sontak saja postingan Monib warganet membuat warganet marah.

“Anda seharusnya tdk pantas bernama muhammad, ganti namamu aja,” kata Masdianto Agus.

“Gara2 gambar saja yg disalahkan agama, haduh, kayak ga pernah belajar fikih aj. Biasa saja lah melihat 2 gambar yg berbeda. Pilihanmu ya pilihanmu. Jangan salahkan agamanya. Toh yg memilih berbeda dari anda ga pernah sewot kok. Apalagi menyalahkan agama anda,” tulis Luthfi Wildani.

Sumber Berita :

KPK Diminta Periksa Luhut Soal Reklamasi Teluk Jakarta

Kebijakan Menteri Koordinator Bidang Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), mencabut keputusan penghentian sementara proyek 17 pulau reklamasi di Teluk Jakarta mengandung kontroversi. Pasalnya, moratorium yang diterapkan sebelumnya berdasarkan pertimbangan rasional yang matang, namun dicabut begitu saja tanpa alasan konkret.

Sekjen Majelis Sinergi Kalam – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (Masika-ICMI), Ismail Rumadan, menyayangkan dan merasa heran atas tindakan Luhut yang terkesan selalu memaksa untuk mendukung proyek reklamasi Teluk Jakarta.

“KPK perlu memeriksa Menteri Luhut, sebab dipertanyakan apa motivasi di balik pencabutan mortorium tersebut. Padahal moraturium belum sampai setahun,” ujar Ismail dalam keterangan persnya, Minggu (8/10/2017).

Selama ini, kata Ismail, Luhut memang terlihat selalu pro terhadap proyek yang sudah terbukti merusak lingkungan tersebut, sebagaimana yang pernah ditegaskan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Sampai-sampai, sambung dia, Luhut sempat terlihat gusar saat Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anis Baswedan, hendak menghentikan proyek yang masih simpang siur perizinannya tersebut.

Sampai saat ini, menurut Ismail, Luhut mengeluarkan keputusan tanpa penjelasan rasional kepada masyarakat mengenai pencabutan moratorium pulau reklamasi yang dikeluarkannya. Padahal, moratorium itu dulunya dibuat dengan kesepakatan empat kementerian, Kemenko Maritim, KKP, Kementerian LKH, dan Kementerian ATR.

“Moratorium itu dulu dibuat oleh Bapak Rizal Ramli dengan pertimbangan masalah hukum dan masalah lingkungan akibat kegiatan reklamasi. Jadi itu sudah tepat dan berdasar,” tegas Ismail yang juga merupakan Dekan Fakutas Hukum Universitas Nasional.

Masika-ICMI menilai Luhut perlu menjelaskan rasionalisasi kebijakannya atau aparat penegak hukum perlu memeriksa motif di belakang manuver yang dilakukan Luhut tersebut. (Rep/icl)


tag: #kpk  #luhut-binsar-pandjaitan  #reklamasi  #reklamasi-pantai-utara-jakarta  
Bagikan Berita ini :

Sumber Berita :
Teropong Senayan

ORANG 'ALIM ( BERILMU ) TAPI. MUNAFIQ

" Umar ra, berkata; "Sesungguhnya sesuatu yang paling aku khawatirkan di antara hal yg aku khawatirkan terhadap umat ini adalah orang munafik yang Alim'.
mereka bertanya, 'Bagaimana orang Munafik yang Alim,? Dia berkata, Alim dalam lidahnya dan bodoh dalam Hatinya.,

" Rasulullah saw bersabda; "Sesungguhnya manusia yang paling erat siksaanya pada hari kiamat adalah orang alim yang AllAH tidak memberi manfaat kepadanya dengan ilmunya."

" Rasulullah saw,bersabda; ' Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim, 'Ilmu adalah gudang, kuncinya adalah bertanya, ingat, maka
bertanyalah kalian,? Sebab Di beri pahala dalam ilmu empat Orang; 'Orang yang bertanya, 'Orang pandai, 'Orang yang mendengarkan, dan Orang yang menyintai mereka bertiga."

" Rasulullah saw bersabda; "Dan jangan sekali kali kamu belajar ilmu untuk membanggakan diri dengannya, kepada para ulama untuk berdebat dengannya kepada orang orang bodoh dan untuk menghilangkan denganya wajah wajah manusia kepadamu, Barang siapa yang melakukan itu, Maka dia dalam Neraka"

" Rasulullah saw bersabda; "Barang siapa yang menyembunyikan sebuah ilmu yang ada di sampingnya, maka AllAH mengendalikannya dengan kendali dari Api neraka.

" Usamah bin zain berkata" Aku mendengar Rasulullah bersabda; 'Akan didatangkan seorang alim pada hari kiamat, lalu dilemparkan ke dalam neraka,
Terburailah usus ususnya,lalu dia berkeliling dengan menyeretnya sebagaimana seekor keledai beputar membawa penggilingan,
Berkerumunlah penghuni Neraka padanya dan mereka berkata' "Mengapa Engkau ini? 'Dia berkata, "Aku telah memerintahkan kebaikan dan Aku sendiri tidak melakukannya"

" Firman AllAH ta'ala; 'Sesungguhnya orang orang munafik itu (di tempatkan) pada tingkatan paling bawah dari neraka" (QS An Nisa 145) 

Naudzubillahi min dzaliq.

Selasa, 24 Juli 2018

Sanjung Dan Kampanyekan Jokowi, Pimpinan REJO Langsung Diskakmat Habib Hanif Alatas

pa212.net - Jakarta - Minggu sore, saya seperti biasa ngaji ke Hbb. Abu Bakar bin Hasan Alatas, ketika sampai ke majelis agak kaget, karena ada rombongan 16 orang lagi bertamu dengan dikawal polisi, rupanya rombongan tersebut adalah  Pimpinan Pusat *Relawan Hokowi (Rejo)*. Namun di tempat yang sama (diam-diam) ada tamu istimewa yakni menantu Habib Rizieq yakni Habib Hanif Alathas, Lc.

Habib Abu Bakar selaku sohibul majelis berusaha bersikap netral dan memberi kesempatan kepada Relawan Jokowi untuk mememberi sambutan, dan di akhir juga memberi kesempatan kepada menantu Habib Rizieq untuk berceramah;

1) Hb Umar Aseggaf selaku Wakil Ketua Lembaga Dakwah NU Jawa Barat sekaligus Da'i REJO berbicara tentang pentingnya menggembirakan hati orang lain.

Namun sayang sekali,  pembahasan yang bagus tersebut hanya digiring untuk menyanjung Jokowi bahwa sang presiden ketika kunjungan di sebagian daerah menggendong anak-anak kecil untuk membuat mereka senang.

Mungkin  Da'i rejo ini lupa,  bahwa harga kebutuhan yang serba naik drastis di rezim ini membuat rakyat sangat sengsara,  apa artinya gendong anak kecil kalau rakyat dibuat sengsara dengan mahalnya kebutuhan mereka.

2) H. Darmizal selaku Ketua Umum Relawan Jokowi memberi sambutan sambil menyanjung dan mengkampanyekan Jokowi, namun selalu disoraki ribuan jamaah yang hadir. Setiap menyebut nama Jokowi selalu diteriaki uuuuuuuuuu... bergemuruh.

3). Giliran Habib Hanif Alatas (menantu Habib Rizieq) memberikan ceramah dengan gaya mirip mertuanya, dengan sesekali bertakbir, para jamaahpun menyambut dengan gegap gempita.... Allah Akbar....!

Habib Hanif menyampaikan  pentingnya menegakkan keadilan karena selama keadilan tidak ditegakkan dan kedzholiman dipertontonkan maka jangan harap negri ini akan tenang dan damai. 

Ketika habib Hanif lontarkan pertanyaan ke para hadirin " Yang kita saksikan saat ini keadilan atau Kedzholiman ??? ",  sontak semua yang hadir menjawab " Dzholiiim ".

Lalu beliau sampaikan kutipan dari kitab Ihya Ulumuddin, karya Imam al-Ghazali: bahwa rusaknya masyarakat akibat dari dzalimnya para penguasa, rusak dan dzalimnya penguasa adalah akibat para ulama yang rusak aqidah dan akhlaqnya, yakni ulama suu' yang _imanuhum fiamflopihin_ (imannya tergantung amplop). Hadirinpun... bergemuruh riuh bertakbir.

Sementara para anggota relawan Jokowi mukanya merah dan pucat pasi, kebetulan juga ada tiga ulama dan kyai yang ikut rombongan relawan jokowi  mukanya jadi ikut pucat pasi.

Di akhir ceramahnya, Habib Hanif berdoa supaya Indonesia diberikan PEMIMPIN BARU yang soleh,  adil serta cinta ulama, umat Islam dan rakyat Indonesia, sontak ribuan jamaah yang hadir mengamini dengan sangat keras.

Kemudian untuk mencairkan suasana yang panas, Habib Abu Bakar menyuruh pembacaan qasidah.

Habib Abu Bakar menyampaikan kesimpulan sekaligus berpesan di hadapan rombongan Relawan Jokowi, bahwa umat Islam sudah gerah dengan orang-orang disekitar Jokowi (sambil memandang ke team Rejo) karena lingkungan disekitar presiden sangat tidak baik

" Mulai sekarang tolong pak Jokowi membersihkan orang-orang di sekitarnya,  jangan tunggu 2019, Terutama pak LUHUT BINSAR PANJAITAN, negri ini ribut karena satu orang ini,  saya mohon diberhentikan " pesan beliau.

Setelah suasana benar-benar tenang, Habib Abu Bakar melanjutkan ta'limnya membuka kitab tasawuf _Minhajus-Sawiyah_ karya Habib Zein bin Ibrahim bin Smith.

Partai koalisi keumatan ( Gerindra, PAN, PKS, PBB, Partai Berkarya, idaman ) duduk bersama untuk bertukar pikiran demi kemaslahatan umat dan bangsa

pa212.net-jakarta-Alhamdulillah partai koalisi keumatan ( Gerindra, PAN, PKS, PBB, Partai Berkarya, idaman ) duduk bersama untuk bertukar pikiran demi kemaslahatan umat dan bangsa dalam acara Silaturahmi dan Tukar pikiran Dewan Penasihat persaudaraan Alumni 212. 

Tampak hadir dalam pertemuan tersebut ketua umum partai Gerindra Prabowo Subianto didampingi sekjen dan waketum, ketua dewan pertimbangan PAN didampingi sekjen,  sekjen PBB, Waketum partai Idaman. PKS dan Berkarya berhalangan hadir karena padatnya agenda partai. sementara dari kalangan ulama dan tokoh PA 212 hadir : KH Kholil Ridwan ( DDII ), KH Ahmad Shobri lubis ( ketum FPI ), KH Maksum Bondowoso, KH Ahmad Maksum Ciamis, Abah Raud ( Adzikra ), usamah Hisyam ( ketum Parmusi ), KH Misbahul Anam ( GNPF Ulama ), Syarwan Hamid, Egy Sudjana, Ahmad Mikhdan serta tokoh tokoh lainnya.

Dalam pertemuan tersebut mereka saling bertukar pikiran mengenai masalah keumatan dan kebangsaan diantaranya masalah Pertahanan NKRI, PLN, Pertamina, Garuda, dsb. Ada kesamaan pandangan diantara peserta pertemuan bahwa bangsa ini harus segera diselamatkan, kepemimpinan nasional harus ada pergantian. Persatuan umat harus diikat terus oleh karenanya dalam waktu dekat akan segera Deklarasi koalisi partai keumatan. 

Dalam masalah kepemimpinan nasional indonesia harua dipimpin oleh pemimpin yg berani dan tegas serta tidak berkhianat kepada bangsa dan agamanya. Kemungkinan besar partai koalisi keumatan akan mencalonkan Prabowo Subinto sebagai Capres dan terus menggodok nama Cawapres ( merucut pada 2 nama ). 

Untuk calon pemimpin bangsa ini akan dimatangkan kembali dalam IJTIMA ULAMA Tanggal 27-29 Juli nanti sebelum Deklarasi Capres dan Cawapres tentunya setelah ada Rekomendasi dari HRS di Mekah. Mari kita dukung dan doakan agar IJTIMA ULAMA SUKSES DAN BERKAH.


AS MCPA212

Senin, 23 Juli 2018

PERNYATAAN SIKAP ALUMNI & MAHASISWA UI BANGKIT UTK KEADILAN

Sehubungan dengan terjadinya Pelemparan Bom Molotov di Rumah Sdr. Mardani Ali Sera dan Pembakaran Mobil Sdri. Neno Warisman, menjelang saat pendaftaran Calon Presiden dan Wakil Presiden, bersama ini kami menyatakan sikap sbb : 

1. Tindak kekerasan tersebut sangat tidak terpuji, yang diduga terkait dengan kegiatan dua orang aktivis #2019GantiPresiden.

2. Hastag #2019GantiPresiden adalah Hak Aspirasi Konstitusional, dan penyebarluasannya dalam berbagai cara dan sarana, tidak melanggar Hukum, sebagai upaya meningkatkan kesadaran rakyat dalam menghadapi pesta demokrasi mendatang.

3. Untuk terpilihnya Kepemimpinan Nasional yang kapabel, amanah, jujur serta mementingkan Kepentingan Bangsa dan Negara. 

4. Pelemparan bom molotov dan pembakaran mobil, jelas perbuatan teror menakut-nakuti, melanggar hukum, yang mengindikasikan hilangnya akal jernih dan kreativitas, dalam berpolitik secara sehat di Negeri ini. 

5. Meminta kepada penegak hukum untuk memproses tindak kekerasan tercela tersebut, secara tuntas dan berkeadilan. 
Menghimbau kepada masyarakat, utamanya kepada yang sadar politik, untuk tidak terprovokasi. Tetap tenang, termasuk dalam menyampaikan aspirasi konstitusional, dan menjalani kehidupan sehari-hari secara biasa. 

Jakarta, 22 Juli 2018,
Alumni dan Mahasiswa UI Bangkit Utk Keadilan.

Herry Hernawan
Ketua Badan Pekerja.

Sukseskan Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional untuk Kemaslahatan Bangsa

pa212.net - Jakarta - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) akan menggelar ljtima Ulama dan Tokoh Nasional. Acara itu insya Allah akan diselenggarakan pada 27-29 Juli mendatang.

ljtima ini nantinya akan dihadiri para ulama dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka akan diminta sumbangsih dan aspirasinya dalam mencari solusi berbagai permasalahan bangsa.

Para Ulama dan Tokoh Nasional akan bermusyawarah tentang kepemimpinan nasional, ekonomi umat, serta strategi dakwah dan persoalan kelembagaan.

Ketua Storing Committe (SC) ljtima Ulama dan Tokoh Nasional, KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafii meminta doa dan dukungan dari masyarakat agar acara dapat berjalan dengan lancar serta bisa menghasilkan keputusan untuk kemaslahatan bangsa.

“lni hajatan kita semua, maka kami mohon doanya agar acara dapat berjalan, berkelimpahan barokah dari Allah. Sehingga dapat betul-betul menghasilkan hal yang bermanfaat bagi umat dan Indonesia,” ungkap Kiai Rasyid dalam jumpa pers bersama awak media di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (23/7/2018).

Pimpinan Perguruan As Syafi’iyah itu berharap, hajat akbar para ulama dan tokoh nasional itu bisa menjadi penyebab datangnya pertolongan Allah sehingga Indonesia menjadi negeri yang Baldatun Thayyibatun Warobbun Ghafur.

Senada dengan itu, Ketua Organizing Committe (0C) Ustaz Muhammad Nur Sukma menegaskan timnya akan berusaha sebaik mungkin untuk mensukseskan acara.

“Kami ingin berkhidmat melayani para ulama, para kiai, para habaib. Kami berusaha memberikan yang terbaik untuk beliau-beliau. Karena beliau adalah para pewaris nabi, dengan berkhidmat di Ijtima ini semoga kami semua dapat bagian dari keberkahan yanga akan Allah turunkan untuk NKRI,” pungkasnya.

red: adhila

#2019GantiPresiden

Sumber Berita :

Prabowo dan Amien Rais bertemu ulama PA 212 di Hotel Sultan

pa212.net - Jakarta - Pimpinan Partai oposisi yang terdiri dari Gerindra, PAN dan PKS menggelar pertemuan di Ruang Kerinci, Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Senin (23/7). Mereka hadir memenuhi undangan Persaudaraan Alumni 212.

Pantauan di lapangan, sejumlah tokoh tampak sudah hadir. Antara lain Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, lalu Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

Prabowo tampak hadir bersamaan dengan Amien Rais. Keduanya kompak enggan menjelaskan detil pertemuan saat tiba di lokasi.

"Ini bincang-bincang," kata Prabowo.

"Bertukar pikiran," timpal Amien Rais.

Ketika disinggung lebih jauh terkait apakah akan menentukan arah koalisi, Amien Rais menjawab diplomatis saja.

"Ini kan belum bertemu dengan semua ulama-ulama. Kami masih open minded," ujar dia.

Hingga Pukul 19.31 WIB, pertemuan masih berlangsung secara tertutup. Awak media tidak diperkenankan masuk.

Reporter: Ady Anugrahadi

#2019GantiPresiden

Sumber: Liputan6.com

Lewat PA 212, Amien Rais Undang Gerindra-PAN-PKS-PBB-Berkarya

pa212.net - Jakarta - Ketua Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Amien Rais akan mengumpulkan pimpinan-pimpinan partai politik. Acara itu akan digelar malam ini.

"Iya, nanti malam itu, itu (inisiatif) dewan penasihat. Bukan pengurus PA 212," kata Sekum PA 212 Ustaz Bernard Abdul Jabbar saat dihubungi, Senin (23/7/2018).

Bernard mengatakan pengurus PA 212 memang diundang dalam acara ini. Hanya, dia mengaku belum mengetahui isi pembahasan acara tersebut.

"Ini acaranya diinisiatifkan Pak Amien Rais dan Pak Misbah. Sementara karena sangkut paut dengan PA 212, kita pun diundang. Cuma domain bukan di kita," kata Bernard.

Dari undangan yang beredar, dituliskan agenda pertemuan tersebut ialah 'bertukar pikiran untuk kemaslahatan umat dan bangsa'. Rencananya, acara tersebut akan digelar di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

"Kami mengharapkan kehadiran Pimpinan Partai Koalisi Keumatan untuk bersilaturrahmi dan bertukar Pikiran," demikian tulisan keterangan di surat undangan tersebut.

Partai-partai yang diundang adalah Gerindra, PAN, PKS, Berkarya, dan PBB. Undangan ditujukan kepada ketua umum dan sekjen partai masing-masing.

Sekretaris Dewan Penasihat PA 212 KH Misbahul Anam sudah beberapa kali dihubungi tapi belum merespons. 
(jbr/tor)

#2019GantiPresiden

Sumbere Berita

SERUAN HRS AGAR KOALISI KEUMATAN SEGERA TERBENTUK


S  E  R  U  A  N

KEPADA SEGENAP
PARTAI HARAPAN RAKYAT
PARTAI ANTI PENISTA AGAMA

 PARTAI ANTI PEMBUBARAN ORMAS
PARTAI PEMBELA AGAMA, BANGSA & NEGARA

PKS-PAN-GERINDRA-PBB-PB

SEGERA DEKLARASI
KOALISI KEUMMATAN
BENTENG NKRI
GARDA PANCASILA
PERISAI KEBHINNEKAAN
PEMBELA AGAMA, BANGSA & NEGARA
BERSAMA JAYA
BERPECAH KALAH


#2019GantiPresiden

Ijtima Ulama Diharapkan Menjadi Pemicu Bersatunya Kekuatan Politik Umat Islam

Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban menyambut baik rencana digelarnya Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional pada akhir Juli 2018 mendatang di Jakarta.

Kaban berharap, Ijtima Ulama akan menjadi pemicu agar seluruh kekuatan umat Islam bersatu dalam rangka memperkuat semangat persatuan Indonesia. “Karena ulama adalah cahaya penerang dan memotivasi seluruh umat agar dapat berpegang teguh pada keimanan sehingga dengan semangat Ummatan Wahidah (umat yang satu) seluruh umat Islam bisa berpartisipasi untuk menjalankan kewajiban-kewajibannya untuk melaksanakan agenda nasional terutama dalam pileg dan pilpres,” ujarnya kepada Suara Islam Online, Rabu (18/7/2018).

Menurutnya, Ijtima Ulama adalah agenda penting untuk menyadarkan umat tentang politik dan memiliki keberpihakan dalam menentukan pilihannya sesuai dengan keyakinan dan keimanan di tengah-tengah banyaknya partai politik di Indonesia saat ini. “Artinya juga umat Islam agar tidak menyia-nyiakan hak politiknya dan suara politiknya tidak tercerai berai,” jelas Kaban.

Mantan Menteri Kehutanan itu juga berharap, dengan digelarnya Ijtima Ulama ini seluruh kekuatan politik yang bernaung di bawah bendera semangat keagamaan itu benar-benar mematuhi tuntunan ulama dalam menggerakkan program pembangunan di Indonesia. “Sehingga seluruh komponen bangsa menyadari bahwa perintah atau arahan hasil Ijtima Ulama nanti agar seluruh partai politik konsisten terhadap amanat UUD 45 pasal 29 ayat 1 bahwa dalam membangun Indonesia harus merujuk pada nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila khususnya sila Ketuhanan yang Maha Esa,” kata Kaban.

Kepada partai politik (parpol) yang akan dirangkul dalam Ijtima Ulama nanti, Kaban berpesan bahwa mereka harus mengedepankan tujuan agar bangsa ini lebih memiliki karakter yang religius sehingga menjadi bangsa yang kuat dalam mencapai keadilan dan kemakmuran.

Kaban yang saat ini ikut menjadi calon anggota legislaitif melalui PBB untuk DPR RI dapil Kabupaten Bandung menegaskan bahwa Ijtima Ulama harus dapat mengikat parpol dalam menentukan capres maupun cawapres sehingga seluruh parpol yang ingin bergerak bersama ulama itu tidak ada dikotomi bahwa ulama hanya menyangkut masalah persyaratan-persyaratan capres dan cawapres.

“Ijtima Ulama harus ikut mengukuhkan siapa capres dan cawapres yang paling tepat dan itu harus dapat mengikat parpol yang sepaham dengan rumusan hasil ijtima nanti. Ini penting agar ijtima tidak dianggap sekedar stempel atau alat pembenaran, tetapi ijtima juga sekaligus untuk menuntut para politisi yang berkoalisi itu patuh kepada hasil keputusan ulama itu sendiri, sehingga ini betul-betul menjadi pemersatu,” tandas Kaban.

red: adhila

#2019GantiPresiden


Sumber Berita :

Ijtima Ulama dan Tokoh untuk Kepemimpinan Nasional akan Digelar di Jakarta

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama [GNPF Ulama) akan menggelar ljtima’ Ulama dan Tokoh Nasional. Acara itu insya Allah akan diselenggarakan pada 27-29 Juli mendatang.

Acara yang akan digelar di Jakarta ini merupakan salah satu langkah nyata GNPF Ulama untuk mencari solusi bagi persoalan bangsa dan NKRl.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum GNPF Ulama, Ustaz Yusuf Muhammad Martak dalam jumpa pers bersama awak media di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (23/7/2018).

“Sebagai bagian dari bangsa tercinta ini, GNPF Ulama juga ingin memberikan sumbangsih solusi atas persoalan yang sedang terjadi, mulai dari kepemimpinan, ekonomi sampai dengan sosial keagamaan,” kata pria yang juga ketua penyelenggara dan penanggung jawab ijtima’ itu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ljtima’ ini nantinya akan dihadiri para ulama dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka diundang ke Jakarta untuk didengar pendapatnya tentang kondisi negeri ini.

“Insya Allah akan hadir sekitar 500 orang ulama dari seluruh daerah di Indonesia, mereka merupakan perwakilan dari berbagai organisasi yang ada. Kita ingin Ijtima’ ini juga menjadi ajang silaturahmi para ulama,” jelasnya.

Ustaz Yusuf juga menegaskan, diantara hal penting yang akan dibahas para ulama dalam Ijtima’ adalah soal kepemimpinan nasional dan penguatan ekonomi umat.

“Kami ingin memberikan petunjuk bagi umat dalam memilih pemimpin. Apalagi ini menjelang tahun 2019, ada momentum pilpres dan pileg. Umat harus bisa menentukan pilihan pemimpin dan wakil rakyat yang jelas berpihak pada Islam dan kaum muslimin,” ungkapnya.

Sedangkan untuk persoalan ekonomi, lanjutnya, umat lslam juga harus berdaulat. “Umat lslam jangan hanya menjadi konsumen, tapi harus juga menjadi pelaku ekonomi. Umat Islam juga harus terjun ke sektor-sektor ekonomi, agar terjadi pemerataan kesejahteraan,” jelasnya.

Selain persoalan kepemimpinan nasional dan ekonomi umat, akan dibahas juga strategi dakwah dan persoalan kelembagaan. “Jadi semua itu akan dibahas di masing-masing komisi,” ungkapnya.

red: adhila

#2019GantiPresiden

Sumber Berita

Waspada manuver-manuver para perusak citra dan pembunuhan karakter FPI dan PA 212

Salah satu tokohnya M. Dahrul Yusuf telah dipecat FPI karena membekingi lokalisasi pelacuran. 

Menyadari FPI sangat dicintai umat Islam, Jokowers kini menjiplak seragam ala Laskar FPI. Waspadalah terhadap FPI PALSU!
Dari nama "212" sampai seragam Laskar FPI semuanya DIJIPLAK oleh Cebongers! Gak PeDe dengan identitas diri sendiri = Tanda-tanda kepanikan rezim, tanda-tanda Banteng dan Mukidi bakal KALAH SUPER TELAK di Pemilu 2019, ! Aamiiiin!

Waspada manuver Kacung Rezim ini!

SUKSES BESAR....Neno Warisman ada di Medan dalam AKSI #2019GantiPresiden dihadiri ratusanribu masa

pa212.net - Medan - Alhamdulillah, acara Deklarasi Akbar Gerakan Nasional Relawan 2019 Ganti Presiden di Medan, Sumatera Utara pada hari Ahad (22/7/2018) di depan Taman Sri Deli atau di depan Masjid Raya Kota Medan sukses besar dan penuh berkah dihadiri oleh puluhan ribu massa dan menurut beberapa sumber jumlah massa mencapai lebih dari 100 ribu.

Bunda Hajjah Neno Warisman yang sempat dikhawatirkan tidak akan hadir karena baru saja mengalami terror mobilnya terbakar, ternyata tetap hadir dan disambut meriah para peserta yang hadir terutama Barisan Emak-Emak Militan di acara Deklarasi Akbar yang mengambil Tema "Dari Umat Untuk Umat Dan Bangsa, Koalisi Kebangsaan.

Sang Alang pencipta lagu 2019 Ganti Presiden juga hadir dan bersama-sama puluhan ribu massa yang hadir bersama-sama menyanyikan lagu yang merupakan ekspresi dan keinginan hati masyarakat Indonesia tersebut.

Selain itu hadir pula Ustadz Dedi Iskandar Batubara, Ustadz Latief Khan, Ustadz Heriansyah, Ustadz Masri Sitanggang, Ustadz H Irfan Hamidi, Raden Muhammad Syafei (Romo), Ustadz Rafdinal, Ihwan Ritonga dan lain-lain.

Lebih luar biasa lagi acara berlangsung tertib dan damai karena pada waktu yang hampir bersamaan berlangsung "Aksi Tandingan" kubu pro penguasa namun peserta yang hadir sangat sepi hanya berkisar ratusan orang saja.

Namun walau jumlah massa jauh lebih besar dari acara kubu lawan, para peserta dan Relawan #2019GantiPresiden sama sekali tidak mengganggu para peserta aksi tandingan walau lokasinya berdekatan.

Hal ini menunjukkan kedewasaan para peserta Deklarasi Akbar 2019 Ganti Presiden yang mengutamakan kedamaian dan menjalin hubungan baik dengan siapapun, termasuk kubu lawan.

Kesuksesan besar acara ini membuat keyakinan Indonesia akan memiliki Presiden baru pada 2019 nanti semakin menguat. Namun melalui cara konstitusional tentunya, yaitu melalui 





Sumber Berita :
Faktakini