Rabu, 29 Agustus 2018

Mardani Ali Sera Rilis Buku #2019GantiPresiden

pa212.net - Jakarta - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera merilis buku yang berjudul #2019gantipresiden. Buku tersebut berisi tentang asal muasal gerakan yang digagasnya tersebut.

"Buku ini adalah bagian dari pertanggungjawaban publik saya sebagai inisiator ganti presiden. Di buku ini dijelaskan asal-muasal gerakan muncul, filosofi, target, dan apa strateginya," kata Mardani di Gado-Gado Boplo, di Wilayah Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/8).

Menurut mardani, gerakan ini adalah gerakan sosial yang ditujukan untuk seluruh masyarakat. Dia berharap gerakan #2019gantipresiden dapat membuat masyarakat berani menyuarakan pendapatnya.

"Saya ingin menggaris bawahi 2019 ganti presiden itu gerakan social movement. Saya tidak menggunakan organisasi resmi. Intinya kita ingin menghadirkan pemilih dan masyarakat Indonesia yang pemberani," ucap Mardani.

Lalu, mardani beranggapan gerakan ini masih akan terus berjalan hingga Pilpres 2019 nanti.

"Kedepan, gerakan ini masih akan jalan. karena masih ada proses sudah ada Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi. Kami memiliki kecenderungan memilih Prabowo. Dalam perjalanan movement ini memiliki keterikatan dengan publik," tutupnya.[]

Sumber Berita :

Tegas! KPU: Deklarasi #2019GantiPresiden Bukan Kampanye, Silahkan Lakukan!

pa212.net - Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan menyatakan deklarasi #2019GantiPresiden dan #Jokowi2Periode atau sejenisnya tidak termasuk kampanye. Kegiatan deklarasi tersebut boleh dilaksanakan saat ini dan tidak termasuk kampanye di luar jadwal.

Wahyu mengutarakan hal tersebut menanggapi fenomena acara deklarasi #2019GantiPresiden yang menuai pro dan kontra di sejumlah daerah.

"Baik #2019GantiPresiden atau #Jokowi2Periode itu bukan termasuk media atau metode kampanye," tutur Wahyu di kantornya, Jakarta, Senin (27/8).

Wahyu mengatakan acara deklarasi #2019GantiPresiden dan #Jokowi2Periode tidak termasuk definisi kampanye yang diatur dalam Peraturan KPU No. 24 tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum. Dalam PKPU tersebut, lanjut Wahyu, ada beberapa metode kampanye, di antaranya pertemuan tatap muka, pertemuan terbatas, dan rapat umum.

Acara deklarasi #2019GantiPresiden dan #Jokowi2Periode cenderung dekat dengan definisi rapat umum karena sama-sama melibatkan banyak orang di tempat umum. Namun, deklarasi #2019GantiPresiden dan #Jokowi2Periode tidak memaparkan visi dan misi pasangan calon, sehingga tidak dapat disebut sebagai kampanye.

"Itu diluar regulasi yang telah dibuat KPU meski ada kaitannya," kata Wahyu.

Wahyu menegaskan bahwa masyarakat dapat menggelar deklarasi semacam itu. Wahyu menilai hal tersebut merupakan hak kebebasan menyatakan pendapat yang dimiliki setiap warga negara. Apalagi Indonesia adalah negara yang menerapkan prinsip demokrasi.

Meski begitu, kegiatan tetap harus mematuhi peraturan yang berlaku. Setiap warga yang ingin menghelat acara dan mengundang banyak orang, harus mendapat izin dari pihak berwenang. Dalam hal ini kepolisian.

"Kami saja yang di kampung saja mau gelar wayang kulit harus izin polisi. Semua pihak harus mematuhi itu. Termasuk penggagas deklarasi deklarasi yang ada. Semuanya harus patuh kepada hukum," ucap Wahyu.

Mengenai pro dan kontra di masyarakat perihal deklarasi dukungan kepada calon peserta Pilpres 2019, Wahyu ingin memandang dengan kacamata positif. Menurutnya, gaduhnya masyarakat beberapa hari terakhir menggambarkan suatu animo politik yang tinggi menyambut Pilpres 2019.

"Kalau kami mengandang bahwa pada satu sisi itu menggambarkan gairah masyarakat. Menunjukkan partisipasi politik yang nyata," kata Wahyu.

Saat ini, kata Wahyu, adalah momentum yang tepat bagi masyarakat untuk mendewasakan diri. Wahyu menjelaskan bahwa perbedaan pandangan politik adalah hal yang wajar dan pasti ditemui.

Namun, itu semua mesti disikapi dengan bijak. Bukan malah saling bermusuhan.

"Kita tidak bisa berpura-pura tidak ada perbedaan politik yang tajam. Faktanya memang begitu. Yang penting bagaimana perbedaan politik, perbedaan sikap politik itu dilaksanakan dalam suasana yang damai, demokratis, dan patuh terhadap hukum," tukas Wahyu.

Sumber: CNNI

SERUAN JIHAD LAWAN PERSEKUSI

HRS bersama Ulama & Tokoh Nasional dari Kota Suci Mekkah menyerukan rakyat dan bangsa Indonesia bangkit bersatu melawan Preman Bayaran yg sering lakukan persekusi thd Ulama.dan Aktivis bahkan kpd wanita.
 
Hadir bersama HRS Mantan Pangdam Bukit Barisan Mayjen Tri Tamtomo & Pimpinan PUI Ust Nazar Haris dan para utusan Ormas Islam serta & hadir juga sejumlah Tokoh NU dari Jombang, rombongan Ibu Ibu jamaah majelis ta'lim dari Jakarta & Surabaya.
Sumber Berita :
Faktakini

Senin, 27 Agustus 2018

Jokowi Vs Neno Warisman

Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Yang calon presiden Jokowi dan Prabowo. Tapi, yang berhadap-hadapan di lapangan adalah para pendukung Jokowi vs pendukung Neno Warisman.

Bagi Neno Warisman, juga bagi para pendukungnya, mungkin gak penting siapa lawan Jokowi di pilpres. Yang penting bagi mereka adalah "Ganti Presiden."

Deklarasi Neno Warisman di berbagai kota, itu bukan deklarasi Prabowo-Sandi. Deklarasi mereka adalah #2019GantiPresiden. Apakah ini kampanye terselubung untuk Prabowo-Sandi? Sepertinya tidak.

Tagar 2019GantiPresiden lahir jauh sebelum jelas siapa bakal calon lawan Jokowi. Siapapun lawan Jokowi akan diuntungkan oleh gerakan Neno Warisman ini. Hanya faktor kebetulan saja yang akhirnya dapat tiket nyapres dan menjadi lawan Jokowi adalah Prabowo-Sandi.

Gerakan 2019GantiPresiden masif. Direncanakan akan merambah seluruh kota. Tujuannya satu: mengajak rakyat untuk ganti presiden di 2019. Loh, kenapa presiden harus diganti?

Bagi Neno Warisman dan para pendukungnya, ada dua alasan untuk ganti presiden. Alasan rasional dan alasan emosional.

Alasan rasionalnya? Pertama, presiden dianggap tak menepati janji. 66 janji kampanye hampir semua terabaikan. Bagaimana mau janji lagi, kalau janji kampanye 2014 tak ditepati.

Kedua, rakyat makin susah hidup. Harga-harga naik, subsidi satu-persatu dicabut, cari pekerjaan makin sulit, pengangguran bertambah banyak dan utang negara pun menghawatirkan.

Ketiga, kedaulatan negara terancam dengan banyaknya serbuan pekerja kasar dan ilegal dari China. Juga masifnya ekspor narkoba secara ilegal. Emang ada ekspor narkoba legal?

Keempat, hukum terlalu jauh masuk di lingkaran permainan politik. Kasus hukum jadi komoditas dukung-mendukung. Sandera dijadikan peluru untuk menekan berbagai pihak yang berseberangan.

Alasan emosionalnya? Beda politik dikebiri dan dipersekusi. Kritik berisiko berhadapan dengan para preman. Ulama dan aktifis dipantau dan seringkali jadi korban.

Penghadangan di Bandara Batam dan Riau, bentrokan di Surabaya, pelarangan diskusi di Bangka Belitung, dan protes di Kalimantan Barat memicu emosi rakyat yang menginginkan ganti presiden. Akibatnya, nama Neno Warisman malah makin membesar dan menjadi simbol perlawanan terhadap Jokowi.

Daftar alasan itu yang menguatkan "jihad" Neno Warisman dan para pendukungnya untuk mengikhtiarkan tekad 2019GantiPresiden.

Neno Warisman saat ini menjadi pemimpin kelompok masyarakat yang punya pilihan politik 2019GantiPresiden. Ia bukan timses, bukan juga pengurus atau anggota partai tertentu. Gerakannya adalah gerakan moral. Bukan gerakan politik partisan dan sektarian.

Bagi Neno dan para pendukungnya meyakini bahwa untuk menyelamatkan Indonesia satu-satunya jalan yang harus ditempuh adalah ganti Jokowi di 2019. Tak ada cara lain.  Karena itu, mereka menggelar gerakan 2019GantiPresiden di berbagai kota. Melanggar hukumkah? Ternyata tidak.

Gerakan 2019GantiPresiden yang dikomandoi Neno Warisman mendapat tantangan dari sejumlah pihak yang diduga sebagai para pendukung Jokowi. Dimanapun deklarasi Ganti Presiden diadakan, akan diburu dan digagalkan. Bahkan kadang terjadi bentrokan seperti di Surabaya kemarin (26/8).

Neno Warisman nampaknya tak surut langkah. Begitu juga kelompok yang diduga para pendukung Jokowi. Apakah Jokowi mengetahui ulah sekelompok orang yang diduga pendukungnya itu melakukan demo dan penghadangan Neno? Yang jelas, belum ada statement Jokowi menghimbau mereka untuk menghentikan penghadangan.

Yang pernah disampaikan Jokowi kepada para pendukungnya saat acara di Sentul adalah "jangan berkelahi. Tapi jika diajak berkelahi, lawan dan jangan lari". Kurang lebih seperti itu kesimpulan dari pesan pidato Jokowi.

Faktanya, pendukung Neno Warisman dan kelompok yang diduga suruhan itu seringkai berhadapan secara fisik. Sampai kapan? Bergantung sikap aparat. Netral, maka akan segera selesai. Berpihak, kegaduhan akan terus berlanjut.

Rakyat dari semua lapisan tentu berharap aparat menjalankan tugasnya sebagai alat negara untuk menjaga keamanan dan kedamaian. Bersikap netral dan adil kepada semua anak bangsa.

Lalu, siapakah yang akan memenangkan pertarungan antara Neno Warisman vs Jokowi di 2019 nanti? Jika tragedi Batam, Pekan Baru Riau, Kalimantan Barat dan Surabaya terus terulang di wilayah lain, maka potensi Neno Warisman memenangkan pertarungan ini akan semakin besar. Jokowi akan jatuh martabat dan elektabilitasnya di mata rakyat. Tak menutup kemungkinan akan ada gerakan massal melawan tindakan represif dan otoritarianisme. Dan perlawanan itu ada di TPS-TPS.

Kalau Jokowi kalah dalam pilpres, maka Neno yang akan menjadi pemenangnya. Siapa yang akan menikmati kemenangan itu? Boleh jadi bukan Neno dan para pendukungnya. Rakyat Indonesiakah? Atau malah sekelompok oligarki baru? Kita tunggu 2019.

Jakarta, 27/8/2018

PA 212: Aparat Kurang Manusiawi Persekusi Neno Warisman


www.pa212.net - Jakarta - Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif mengecam tindakan aparat keamanan yang menghalangi ustazah Neno Warisman untuk hadir di acara deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/8). Menurutnya, sikap tersebut bertentangan prinsip kebebasan berpendapat di Indonesia.

"PA 212 mengecam tindakan persekusi aparat keamanan terhadap Bunda Neno Warisman di Bandara Riau yang mencederai demokrasi dan kurang manusiawi," tutur Slamet melalui siaran pers, Senin (27/8).

Slamet menegaskan bahwa deklarasi #2019GantiPresiden tidak bertentangan dengan UUD 1945. Justru hal tersebut merupakan hak warga negara yang dijamin untuk bebas menyatakan pendapat.

Slamet meminta aparat keamanan agar setop melakukan persekusi. Menurutnya, aparat adalah wasit di era demokrasi. Slamet lantas mewanti-wanti bilamana aparat tetap menghalangi masyarakat yang ingin deklarasi #2019GantiPresiden.

"Jika wasit ikut bermain di lapangan jangan salahkan penonton masuk ke dalam lapangan," ucap Slamet.

Slamet meminta aparat keamanan agar melindungi, bukan malah bersikap kasar terhadap masyarakat. Dia juga meminta aparat agar tidak mempersekusi, tetapi menyayangi.

"Rengku jangan dipukul. Melebur jangan digusur, Umat akan melihatmu berbudi luhur," tutur Slamet.
Lihat juga:Polisi: Neno Warisman Dipulangkan Agar Pekanbaru Kondusif

Neno Warisman berencana menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru, Riau, pada Minggu (26/8). Dia tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sehari sebelumnya, yakni Sabtu (25/8) pada pukul 15.00 WIB. Namun, Neno tidak bisa keluar dari bandara meski sudah berada di dalam mobil. 

Dia diadang ratusan orang yang melakukan aksi menolak kedatangan Neno di sekitar Bandara. Massa tersebut membentangkan spanduk bertuliskan tolak deklarasi ganti presiden pada ruas jalan pintu keluar bandara. Aparat kepolisian dan TNI juga menutup akses massa dengan pagar untuk masuk bandara.

Setelah berjam-jam tertahan di dalam mobil, Neno akhirnya keluar dari mobil pada pukul 22.00 WIB. Dia lalu dipindahkan ke mobil operasional bandara.

"Saya dipaksa pulang naik pesawat. O, begitu mau dipaksa pulang. Ternyata mau dibawa ke sini," ujar Neno dalam video yang disebarkan Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, lewat akun Twitter-nya pada pukul 22.45 WIB, Sabtu (25/8).
(gil)

Sumber Berita :

Ansor Tegaskan Kader Yang Bentrok Merupakan Tanggungj Jawab Individu

www.pa212.net - SURABAYA -  Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Surabaya menegaskan bahwa Ansor tidak melibatkan diri terkait aksi #2019GantiPresiden, baik yang mendukung maupun menolak.

Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Surabaya M. Faridz Afif, terkait adanya beberapa orang yang berseragam Benser dan Ansor di kelompok yang menolak adanya deklarasi gerakan #2019GantiPresiden yang diadakan di Tugu Pahlawan, Surabaya, Ahad (26/8).

“Sebagai Ketua Ansor Surabaya, sekaligus Panglima Banser Surabaya, saya telah menginstruksikan kepada semua anggota tadi malam, agar tidak terlibat dalam aksi tersebut, baik mendukung ataupun kontra,” kata pria yang akrab disapa Gus Afif setelah terjadi kejadian bentrok Ahad (26/8).

Gus Afif yang saat ini sedang berada di Yogyakarta menegaskan bahwa jika ada oknum-oknum Banser yang terlibat dalam aksi tersebut, itu jadi tanggungjawab pribadi masing-masing.

“Instruksi saya jelas, sudah disampaikan kepada semua sahabat Ansor Surabaya,” tegasnya.

Sebelumnya, PW GP Ansor Jawa Timur dan Kasatkorwil Banser Jatim sudah memberikan instruksi secara langsung kepada seluruh pimpinan Ansor di daerah untuk tidak terlibat dalam aksi manapun terkait deklarasi i#2019GantiPresiden.

“Termasuk Ketua Ansor dan komandan Banser Kota Surabaya, untuk tidak ikut-ikutan aksi manapun,” kata Sekretaris PW GP Ansor Jatim, Abid M Umar atau Gus Abid di Surabaya, Ahad (26/8).

Info di Jalan Indrapura Surabaya, dekat Gedung DPRD Jawa Timur, tempat dimana peserta aksi #2019GantiPresiden berkumpul setelah sebelumnya batal deklarasi di Tugu Pahlawan, terlihat kelompok massa yang menolak deklarasi #2019GantiPresiden tersebut. Diantara massa terlihat beberapa orang mengenakan seragam Banser.

Selasa, 21 Agustus 2018

Minggu, 19 Agustus 2018

Suasana Milad FPI ke 20, qiamul lail sampai ba'da Subuh

pa212.net - Cibubur - Milad FPI ke 20 , 19 Agustus 2018 berjalan marak, Spanduk, baliho, pamplet dan umbul umbul terpasang, nuansa merah putih dan foto Imam besar umat Islam Indonesia Habib Rizieq Syihab mendominasi, panggung besar dan tenda memenuhi Bupetra Cibubur,  peserta berbondong bondong  dari berbagai penjuru peserta dari jabodetabek dan luar daerah mulai memadati Bumi perkemahan Pramuka Cibubur.

Ba'da sholat subuh, Ust. Arifin Ilham memimpin zikir dan muhasabah, peserta larut dalam khusyu....tafakur teringat akan segala kesalahan, khilaf dan dosa yg di perbuat.

Doa dari hadirin terutama untuk Habib Rizieq Syihab berkumandang penuh haru, kerinduan dari hadirin akan kehadiran beliau begitu terasa, terdengar isak Ust. Arifin Ilham dalam doanya....begitu tulus, lepas menyentuh kalbu...haru biru...

Pagi cerah semarak dalam milad FPI yang ke 20, semoga FPI tetap Istiqomah dalam amar ma'ruf nahi munkar, sebagai garda terdepan NKRI.

AS MCPA212


Jumat, 17 Agustus 2018

Fadli Zon-Fahri Temui Habib Rizieq di Mekah, Ngobrol Hingga Subuh

pa212.net - Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah sedang mengawasi pelaksanaan ibadah haji di Mekah, Arab Saudi. Mereka menyempatkan diri bertemu dengan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab.

Lewat akun Twitter-nya seperti dilihat detikcom, Jumat (17/8/2018), Fadli Zon mengunggah foto kebersamaannya dengan HRS. Dalam foto itu, Fadli berpose salam komando dengan HRS.

Di foto lainnya yang diunggah, terlihat pula Fahri Hamzah. HRS, Fadli Zon, dan Fahri tampak berpose tersenyum sambil bergandengan tangan satu sama lain. Fahri mengenakan pakaian berwarna hitam dipadu peci cokelat. Sedangkan HRS dan Fadli mengenakan pakaian berwarna putih dan sama-sama memakai serban.
Fadli Zon-Fahri Temui Habib Rizieq di Mekah, Ngobrol Hingga SubuhFadli Zon dan Habib Rizieq di Mekah (Twitter/@fadlizon)

"Ngobrol 5 jam hingga jelang Subuh bersama Imam Besar Habib @RizieqSyihabFPI. Smg selalu diberi kesehatan n kekuatan," cuit Fadli lewat akun Twitter-nya, @fadlizon.

Dimintai konfirmasi detikcom lewat telepon, Fadli Zon mengatakan pertemuannya dengan HRS terjadi di Mekah. Pertemuan itu terjadi pada Kamis (16/8) malam setelah dirinya menghadiri pengajian Abuya Sayyid Ahmad bin Muhammad bin Alawi Al Maliki di Rusyaifah Mahatohallukmani Syare Al Maliki, Mekah.

Pertemuannya dengan HRS, menurut Fadli, berlangsung hingga menjelang subuh tadi. Dia mengaku membahas banyak hal bersama HRS, termasuk soal situasi politik di Indonesia terkait Pilpres 2019. Menurutnya, HRS juga memberi sejumlah masukan soal perbaikan pelayanan haji.



(hri/fdn)
habib rizieq fadli zon 

Deklarasi Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Dukung Prabowo-Sandi dan Lawan Kecurangan Pemilu, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Agustus 2018.

Turut hadir: 
Sufmi Dasco Ahmad (Dewan Pelindung ACTA/ Waketum Partai Gerindra), Habiburokhman (Ketua Dewan Pembina ACTA), Krist Ibnu (Ketua ACTA), Jamal Yamani (Sekjen ACTA), Novel Bamu'min ( Wakil ketua ACTA), Munathsir Mustaman, Ali Lubis, Soraya Alatas, Hisar Tambunan, Hendarsam Marantoko, Maulana Bungaran (jajaran Wakil Ketua ACTA) serta para advokat Merah Putih lainnya dari berbagai daerah.

MC: Nurhayati ACTA

Kamis, 16 Agustus 2018

PPMI Nyatakan Siap Dukung Prabowo – Sandi

pa212.net - Jakarta | Dewan Pengurus Pusat Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (DPP PPMI) mendeklarasikan Relawan Nasional Prabowo – Sandi (RN – PAS) untuk memberikan dukungan terhadap pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto – Sandiaga Salahudin Uno pada pemilihan Presiden tahun depan, Rabu (15/8).
Dukungan tersebut dideklarasikan langsung oleh Presiden PPMI, Daeng Wahidin dengan didampingi oleh Ketua Mahkamah Organisasi, Ir. Muhamad Arfan serta Dr. Eggi Sudjana SH, Msi sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Nasional DPP PPMI.
Menurut Daeng salah satu pemicu yang paling krusial organisasinya mendukung Parbowo, Karena Pemerintahan Joko Widodo telah mengeluarkan PP 78 Tahun 2015 tentang pengupahan yang dinilai sangat mempersulit usaha buruh dalam menuntut upah yang layak.
“Bahwa sejak terbitnya PP78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan beserta turunannya mengakibatkan kondisi kesejahteraan buruh di Indonesia semakin memprihatinkan dengan Kenaikan Upah yang belum sesuai dengan Standar Kebutuhan Hidup Layak setiap tahun sehingga menurunkan daya beli masyarakat dan kenaikan upah setiap tahun semakin jauh dari harapan kaum pekerja di Indonesia.” Tegas Daeng.
Selain itu menurutnya Stabilitas pertumbuhan ekonomi saat ini sangat memprihatinkan dimana harga Sembako, Daging, BBM, Listrik, Gas dan lain sebagainya yang terus naik sehingga berdampak sistemik kepada Ekonomi Mikro Indonesia, daya beli menurun mengakibatkan pertumbuhan Industri semakin lesu. PHK massal terjadi dimana-mana, Sistem kerja Kontrak dan Outsourching semakin merajalela sehingga lengkap sudah penderitaan pekerja di Indonesia.

Selasa, 14 Agustus 2018

Habib Rizieq: Ijtima' Ulama II Wajib Digelar Untuk Dengarkan Pandangan Para Ulama Terhadap PS - Sandi

STOP  PERDEBATAN ... !!!
pa212.net - Jakarta - STOP  PERDEBATAN ... !!!
Ijtima’ Ulama II "Wajib" digelar agar yg pro & kontra thd PS — SANDI
bisa menyampaikan pandangannya scr argumentatif dlm "Forum Ijtima" dgn porsi yg sama agar ADIL & AMANAH.

Ini demi memantapkan "Pakta Politik"
gerakan Ulama & Umat dalam membela Agama, Bangsa & Negara.
Sekaligus utk mendidik KOALISI UMAT
UNTUK KEBANGSAAN tentang makna "Adab terhadap Ulama".

HRS



Deklarasi Advocat Cinta Tanah Air (ACTA) untuk Pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno...

pa212.net - Jakarta - Menyongsong hari kemerdekaan  RI ke 73 tahun ini ACTA akan mendeklarasikan PS - Sandi sebagai capres dan cawapres RI untuk masa bakti 2019 - 2024 

ACTA melihat paslon ini punya komitmen sangat kuat dan jelas serta terbukti untuk trus mempertahankan kemerdekaan RI yg sekarang sedang kritis dengan tanda tanda akan kembali dijajah oleh kekuatan asing dan aseng dgn segala bukti bukti yg ada 

Sosok PS jelas anti dengan semua itu yg memang PS sebagai mantan prajurit Kopasus TNI AD sangat   berpihak kepada negara ini dan tidak kompromi dgn kepentingan Asing dan Aseng untuk menguasai negara ini 
Serta pembelaan prabowo jelas menjaga kedaulatan negara ini 

Dibuktikan  bisa menjaga keutuhan bangsa ini dari perpecahan yg disundut oleh penista agama yg sempat membuat heboh dunia ini yg membuat penduduk negara ini saling berhadap hadapan sampai sampai ulama dan aktivis  menjadi korban kriminalisasi ketika melawan sang penista agama tersebut dan PS dengan semangat membela negara dan membela agama demi melestarikan sila ke 1 dari Pancasila maka beliau jelas berpihak  kepada ulama , Aktivis , tokoh serta umat Islam dengan permasalahan bangsa inilah  sehingga terlihatlah siapa penghianat negara ini dan siapa yg membela negara ini 

Maka perlu dicatat Pada saat itulah  ACTA paling terdepan melaporkan pertama penista Agama itu dan langsung didukung serta dibantu oleh PS agar permasalahan negara ini ketika itu selesai dan rasa keadilan bisa dirasakan oleh masyarakat indonesia serta kehidupan beragama bisa berjalan dgn baik

Dan Prabowo sdh tepat berpasangan dengan Sandiaga Salahudin Uno pengusaha muda yang sukses dengan membuka lapangan kerja untuk masyarakat indonesia sampai 50.000 orang dan  sempat terakhir menjabat sebagai wagub DKI Jakarta yg berprestasi 

Dan ACTA berharap pasangan serasi antara tentara dan pengusaha muda yg religius ini bisa mengemban amanat   Rakyat indonesia untuk kehidupan yg lebih baik dan berwibawa serta membawa rakyat indonesia sejatera adil dan makmur.

ASMC PA212

Minggu, 12 Agustus 2018

Ini AD / ART NU Bab XVI Pasal 51 Ayat 4 Dan Ayat 6 Pasal 41 Yang Wajibkan Rais 'Aam Harus Mundur Bila Maju Untuk Jabatan Politik


pa212.net - Jakarta - Menurut Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama hasil keputusan Muktamar ke-33 NU, perkara rangkap jabatan ini diatur dalam Bab XVI. Dalam pasal 51 ayat 4 diatur bahwa Rais 'Aam, Wakil Rais 'Aam, Ketua Umum, dan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar; Rais dan Ketua Pengurus Wilayah, Rais dan Ketua Pengurus Cabang tidak diperkenankan mencalonkan diri atau dicalonkan dalam pemilihan jabatan politik.

"Apabila Rais 'Aam, Wakil Rais 'Aam, Ketua Umum, dan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar mencalonkan diri atau dicalonkan, maka yang bersangkutan harus mengundurkan diri atau diberhentikan," demikian bunyi ayat 6 Pasal 41 AD/ART NU itu.

Sehingga karena itu KH Ma'ruf Amin diwajibkan untuk mundur sebagai Rais 'Aam PBNU karena mencalonkan diri untuk menjadi Cawapres mendampingi Jokowi.

Sebelumnya, mantan Rais Aam PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus meminta KH Ma'ruf Amin mundur dari jabatannya sebagai Rais Aam PBNU setelah terpilih menjadi cawapres Jokowi. Gus Mus tidak ingin Ma'ruf rangkap jabatan.

"Dia harus mundur. Mundur, kalau tidak, kan Rais Aam akan di bawah presiden. Ya mundur," tegas Gus Mus saat ditemui di kediamannya di kompleks Pondok Pesantren Raudlatul Thalibin, Leteh, Rembang, Kamis (9/8) malam

Habib Rizieq, GNPF - Ulama, PA 212, FPI Dan Sayap Juangnya Belum Resmi Dukung Siapapun, Tunggu Ijtima' Ulama II


IB HRS
Belum ada pernyataan dukung Prabowo - Sandi

Jangan bawa bawa nama tersebut

untuk Syahwat Politik Oportunis

Kami ikut Komando Ulama
bukan Komando Partai Politik
Ayo ... tunggu Ijtima Ulama II ... !!!

JANGAN JUAL NAMA ULAMA
JANGAN PECAH BELAH ULAMA & UMAT

#KamiBersamaHRS
#KamiDukungIjtima'

YUSRIL TENTANG DUKUNGAN KEPADA PASLON PRESIDEN: PBB MANUT SAMA ULAMA

pa212.net - Jakarta - 11/8/2018. PBB yang sementara ini menempatkan diri di tengah, belum memutuskan mendukung Prabowo-Sandi, apalagi mendukung Jokowi-Kiyai Ma’ruf yang menuai banyak kecaman di medsos, ternyata adalah sikap yang sejalan dengan ulama yang menyelenggarakan ijtimak di Hotel Peninsula, Jakarta, jelang pencapresan tiga minggu lalu.

Sikap Yusril yang masih berada di tengah begitu banyak dikecam seolah PBB tidak manut (patuh) pada ulama. “Lha, kami ini Partai Islam. Kalau tidak manut sama ulama, manut sama siapa lagi? Masa kami manut sama orang yang teriak-teriak di medsos yang tdk jelas juntrungannya” kata Yusril kepada media hari ini (Sabtu 10/8/2018).

Ijtimak ulama, tambahnya, memutuskan mendukung Prabowo sebagai Capres dan salah satu dari dua ulama, Ustad Abdul Samad dan Habib Salim Segaf Aljufri sebagai Cawapres. Habib Salim, oleh sejumlah ulama yang hadir berijtimak di Hotel Peninsula, dianggap bukan sembarang ulama, karena beliau diyakini sebagai “zuriyat” atau keturunan Rasulullah Muhammad SAW.

Tetapi apa yang diputuskan oleh partai-partai “koalisi keumatan” yang tidak pernah ngajak PBB untuk musyawarah itu, justru bukan ulama, melainkan Sandiaga Uno, seorang saudagar kaya raya yang sedang menjabat Wagub DKI. “Karena yang dipilih bukan ulama, ya PBB nunggu dulu, nunggu bagaimana petunjuk ulama yang berijtimak di Hotel Peninsula itu. Kan mereka yang memutuskan” imbuh Yusril.

Ketika sedang menunggu, Yusril  tidak henti-henti digempur dari kiri-kanan, mengapa “netral” dan tidak segera umumkan mendukung Prabowo-Sandi. “Malah ada yang menuduh saya mengkhianati komando para ulama. Lha, yang berkhianat tidak memilih pendamping Prabowo adalah seorang ulama, itu siapa? Memang saya?” tanya Yusril. Dirinya merasa tidak ikut-ikutan dan samasekali tidak pernah diajak bicara oleh partai2 “koalisi keumatan” itu. Diapun juga merasa tidak pernah diajak bicara oleh Prabowo Subijanto  “yang menganggap saya selalu berada di luar negeri ketika diajak bertemu” kata Yusril sambil tersenyum.

Hari Sabtu sore 11/8/2018 ini banyak pihak terperangah, setelah Imam Besar Habibina Muhammad Rizieq Syihab dengan tegas meminta segera diadakan Ijtimak Ulama Jilid II untuk memutuskan, apakah para ulama dapat menerima keputusan partai2 koalisi keumatan dan juga keputusan Prabowo Subijanto yang memilih seorang pengusaha, Sandiaga Uno, menjadi wakilnya, bukan ulama sebagaimana diputuskan oleh Ijtimak Ulama Jilid I.

Sementara pada kubu sebelah, Jokowi, yang tidak dikomando ulama manapun, malah memilih seorang ulama, KH Ma’ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia dan Rais Am PB NU. Jokowi kini mungkin merasa dirinya makin sakti mandraguna sebab bisa menjadi “satrio pinandito kasanding ngulama” (satria bijak yang bersanding dengan ulama), terlepas dari kontroversi tentang sosok Kiyai Ma’ruf Amin.

Terhadap keulamaan Kiyai Ma’ruf, Yusril balik bertanya “siapa di antara umat Islam Indonesia yang berani mengatakan bahwa Kiyai Ma’ruf Amin bukan ulama?”. Kalau kita sepakat bahwa Kiyai Ma’ruf Amin adalah ulama dan beliau kini menjadi calon Presidennya kubu Jokowi, maka bagaimana umat harus bersikap?

 Ijtimak Ulama Jilid I memutuskan mendukung Prabowo sebagai Presiden dan salah satu dari dua ulama sebagai wakilnya. Tetapi keputusan itu tidak ditaati. Sementara Jokowi yang tidak disuruh oleh ulama manapun, malah memilih ulama menjadi cawapresnya. Saya berharap Ijtimak Ulama Jilid II dapat menjernihkan dan menjawab pertanyaan ini.

Yusril menambahkan bahwa Ijtimak Ulama Jilid II memang dilematis. Kalau ada ijtihad baru yang membatalkan keputusan semula, yakni memberikan legitimasi kepada Prabowo yang telah memutuskan memilih bukan ulama menjadi Cawapresnya, para ulama harus nenunjukkan dengan jelas rujukan nash syar’i yang menjadi dasar keputusannya. Salah2 mengambil keputusan bisa menyebabkan merosotnya wibawa ulama di mata umat.

Sementara belum ada keputusan Ijtima Ulama Jilid II, PBB kini berada di tengah. Ini sesuai dengan tausiyah Imam Besar Habibina Muhammad Rizieq Syihab. PBB juga memohon kejelasan keberadaan Ulama Kiyai Ma’ruf Amin yang kini sudah resmi menjadi cawapresnya Jokowi dari para ulama peserta Ijtimak Ulama Jilid II, karena sejak awal PBB telah mengatakan tidak akan mendukung Jokowi sebagai capres 2019. “Kami, PBB manut kepada para ulama” kata Yusril mengakhiri keterangannya.***

Sabtu, 11 Agustus 2018

Persaudaraan Alumni (PA) 212 ,""212 PEDULI""LOMBOK


Assalamualaikum wr wb

Saudara saudara ku seiman dan seperjuangan.. 


Sebagai rasa kepedulian dan empati terhadap sesama anak bangsa,  Persaudaraan Alumni 212 sebagai wadah pergerakan dan perjuangan Ummat seluruh Negeri yg memiliki jaringan di setiap provinsi, akan melaksanakan Misi Kemanusiaan Korban Gempa Lombok.. 

Kami Berharap dan meminta kepada seluruh Anggota atau yang menjadi Bagian dari Persaudaraan Alumni 212 untuk berpartisipasi memberikan sebagian hartanya untuk pemberian santunan kepada saudara saudara kita yang menjadi korban Bencana Gempa di Lombok sebagai bentuk kepedulian kita bersama.. 

Donasi dapat di Salurkan melalui Rekening: 


Bank Syariah Mandiri: 


No Rekening: 

7113036367
A/n Bondan Seto


Cat: 

Mohon bagi yang ingin Transfer agar menyertakan 3 angka terakhir dengan kode 212 agar mudah mendata nya… mengirimkan bukti transfer via no WA: 

0817219632


Contoh: 


Transfer sebesar Rp 500.212


Demikian pengumuman ini… Semoga segala amal dan ibadah saudara saudara seperjuangan akan mendapat imbalan pahala yang besar di sisi Allah SWT.. 

Aamiin Ya Rabbal 'Aalamiin



Wassalam



Bondan Seto. 

(Bendahara Umum PA212). 



Mengetahui: 


1.Ust. Slamet Ma'arif

(KETUM PA212)

2. Ust Bernard A. Jabbar

(SEKUM PA212)


Tembusan: 

Dewan Penasehat PA 212

Ijtima GNPF Ulama II Digelar Pekan Depan

Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Martak memastikan Ijtima GNPF Ulama II akan digelar dalam waktu dekat. Dia mengatakan, forum ijtima tersebut akan dilaksanakan pada awal pekan depan di Jakarta.

"Insya Allah awal pekan depan. Ya di Jakarta, pagi sampai selesai sore, ya enggak perlu waktu lama-lama lah. Cukup satu hari saja," ujar dia kepada Republika.co.id, Jumat (10/8).

Menurut Yusuf, akan ada beberapa ulama yang hadir dalam forum ijtima tersebut tapi memang dia mengakui tidak akan sebanyak Ijtima GNPF Ulama yang pertama. Ia meyakini hubungan antara satu ulama dengan yang lain berlangsung baik dan kompak.

"Kami nanti juga bisa melakukan teleconference, dan bisa mendapatkan mandat dari beberapa yang tidak hadir, jadi tidak terlalu besar seperti Ijtima Ulama yang kemarin, tapi kalau hadir ya senang sekali kami," ungkap dia.

Ijtima GNPF Ulama telah dilakukan pada 27-29 Juli lalu di Jakarta. Ijtima saat itu memutuskan mendukung Prabowo Subianti sebagai capres 2019. Selain itu, juga merekomendasikan dua nama sebagai cawapres pendamping Prabowo. Yaitu Salim Segaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad.

Dua nama tersebut diketahui berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk dipilih Prabowo. Abdul Somad menolak maju ke Pilpres karena lebih memilih fokus di dakwah. Sedangkan Salim Segaf, namanya tak muncul dalam pembahasan cawapres Prabowo lantaran tidak disepakati parpol koalisi.

GNPF Ulama pun kembali mengajukan usulan dua nama alternatif. Dua ini adalah Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym, dan Ustaz Arifin Ilham. Namun pada Kamis (9/8) malam, Prabowo tidak memilih nama-nama yang diusulkan itu.

Prabowo pada malam itu resmi memilih Sandiaga Salahudin Uno sebagai cawapresnya, dengan dukungan PKS, PAN, dan tentunya Gerindra. Demokrat baru bergabung ke dalam koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga pada Jumat (10/8) ini. [rol]

PENTINGKAH PERNYATAAN DUKUNGAN HRS????

pa212.net - Jakarta - Saya bilang..saya menunggu pernyataan dukungan HRS terhadap prabowo-sandi
Dijawab Memangnya kl HRS tidak mendukung lalu kita harus dukung kubu sebelah?

Kalaupun HRS tidak mendukung,itu komposisi capres cawapres tidak akan berubah juga. Tidak memberikan pernyataan mendukungpun bukan berarti meminta anda dukung Jokowi. Big NO.
Kita haruslah cerdas dan memahami arti dari pernyataan dukungan HRS?

Yang ikut ijtima kmrn itu ada 600 ulama dr seluruh indonesia. Di belakangnya ada jutaan santri. Dan jika mba mau tau...di belakang 600 ulama itu ada ribuan pengusaha muslim yang siap donor dana untuk prabowo.

Dan semua itu hanya akan turun jika dan hanya jika HRS MEMBERIKAN PERNYATAAN DUKUNGAN THDP PRABOWO-SANDI.

Pernyataan dukungan HRS itu adalah SURAT PERINTAH bagi kami untuk turun gunung. Surat perintah yang menjadikan rumah2 kami sbg posko pemenangan, surat perintah untuk menguras rekening kami demi mendukung kampanye Prabowo. Kami...yang jumlahnya jutaan ini BUTUH pernyataan HRS. Itulah amunisi bagi kami untuk bergerak. Karna tanpa pernyataan dukungan HRS kami ini tidak mau bergerak tanpa arah,sradag srudug mendukung politikus.

Kami akan tetap nyoblos prabowo-sandi, tidak akan berubah menjadi cebong insyaAllah. Tapi tanpa pernyataan dukungan HRS maka kami kekurangan gizi untuk bergerak,kami tak bisa bilang pada pendukung kami "ayo coblos prabowo sandi, beliau adalah pasangan pilihan ulama". Kami tak bisa mba..krn itu artinya kami hanya sekedar mendukung seorang politikus yg blm tentu berpihak pada ulama.

Jadi tidak usah protes jika kami menunggu pernyataan dukungan HRS. itu tidak penting bagi anda..tapi itu adalah separuh dari RUH PERJUANGAN KAMI.

Viralkan agar tdk gagal faham.

#KamiBersamaHRS

Jumat, 10 Agustus 2018

AMANAT IMAM BESAR UMAT ISLAM INDONESIA..

Al-Habib Muhammad Rizieq Bin Husen Syihab Terkait Pilpres 

Jum'at, 10 Agustus 2018

AMANAH
Imam Besar Umat Islam Indonesia
Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab

بسم الله و الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه و من والاه

Setelah Deklarasi Capres Cawapres dari dua kubu pada hari Kamis 9 Agustus 2018 dan pendaftarannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari ini Jum'at 10 Agustus 2018 untuk dua paslon, yaitu :
Jokowi - Kyai Ma'ruf & Prabowo - Sandi

Dengan ini diserukan kepada segenap Ulama & Umat Islam, khususnya seluruh jajaran Pengurus FPI & GNPF Ulama serta PA 212 dengan semua Sayap Organisasinya dan juga segenap simpatisan di seluruh Tanah Air Indonesia, agar tetap "Tenang & Sabar", serta tetap "Istiqomah" dalam "Satu Komando Ulama".

Beri kesempatan yang Luas & Lapang kepada para Habaib & Ulama serta Tokoh Perjuangan kita melakukan "Ijtihad Politik" melalui "Ijtima' Ulama II" untuk menjaga maslahat Agama, Bangsa & Negara demi meraih Ridho Allah SWT.

Selama proses "Ijtihad Politik" berjalan, diserukan kepada semua pihak untuk tidak mengeluarkan pernyataan atau melakukan perbuatan apa pun yang merendahkan harkat & martabat pihak mana pun.

Ayo ..., jaga persatuan & kesatuan dengan Aqidah & Syariah serta Akhlaqul Karimah untuk menuju "Indonesia Berkah".

Percaya & Yakinlah selama kita Ikhlas & Tulus serta Kompak & Bersatu, juga Tetap Semangat & Kerja Keras, niscaya kemenangan akan kita raih.

Ingat ..., seribu kali kita jatuh & gagal, maka seribu satu kali kita akan bangkit kembali menuju kesuksesan.

Akhirnya, tancapkanlah dalam hati & pikiran kita bahwasanya Tiada Penghalang bagi apa yang Allah Berikan. Dan Tiada Pemberi bagi apa yang Allah halangi. Serta Tiada Penolak bagi ketentuan yang sudah Allah tetapkan.

حسبنا الله و نعم الوكيل، نعم المولى و نعم النصير

Jum'at 10 Agustus 2018

Makkah Al-Mukarromah..

Prabowo Pilih Sandiaga Uno Jadi Cawapres, Deklarasi PKS, Gerindra, & PAN, GNPF Ulama Minta Umat Menunggu Komando HRS

GNPF Ulama Minta Umat Menunggu Komando HRS terkait Prabowo-Sandi

JAKARTA -  Ketua Umum Gerakan Nasional 
Pembela Fatwa Ulama Ustad Yusuf Martak menegaskan bahwa pihaknya masih konsisten untuk tetap berpegang pada rekomendasi Ijtima Ulama,  meski Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah mendeklarasikan diri sebagai calon presiden dan wakil presiden.

"Bahwa GNPF Ulama sampai saat ini tetap pada posisi kawal hasil Ijtima Ulama. Sehingga GNPF Ulama tetap meminta agar Bapak Prabowo Subianto dengan Tulus dan Ikhlas bersedia didampingi Cawapres dari kalangan Ulama," ucapnya dalam keterangannya kepada INDOPOS, Jumat (10/8/2018) dinihari.

Bahwa saat Ustad Abdul Somad (UAS) menolak dan Habib Salim ditolak koalisi,  maka,  kata Ustad Yusuf, GNPF Ulama telah menawarkan alternatif Cawapres Ulama yang telah direstui oleh Imam Besar Habib Rizieq Shihab dan tokoh sentral Ijtima Ulama,  yaitu Ustad Arifin Ilham dan Aa Gymnastiar (Aa Gym). 

"Untuk itu, lanjut Ustad Yusuf Martak,  diserukan kepada segenap ulama dan Umat Islam agar tetap tenang dan sabar. "Serta tetap istiqomah bersatu bersama ulama di bawah Satu Komando Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Rizieq Shihab," pungkasnya. 

Sebagaimana diketahui pada Kamis (10/8/2018) malam, tiga partai,  Gerindra,  PKS dan PAN telah menandatangani surat dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. (dil)

Kamis, 09 Agustus 2018

Koalisi Setia Gerindra - PKS - PAN Jangan Ragu Kawal Amanat Ijtima' Ulama

KOALISI SETIA


GERINDRA & PAN & PKS selama ini jadi Koalisi Setia ...

PKS selama ini selalu mengalah untuk jaga persatuan dg GERINDRA & PAN ...

Kini, PKS sudah menyatakan komit untuk Kawal Amanat Ijtima' Ulama menerima HABIB SALIM & UAS ...

Semoga GERINDRA & PAN juga komit untuk tetap Kawal Amanat Ijtima' Ulama menerima HABIB SALIM & UAS ...

Karenanya, GERINDRA & PAN jangan pernah ragu berpasangan dengan HABIB SALIM atau UAS sebagai Capres & Cawapres ...

Insya Allah ... Menang.

Stop Perdebatan! Jika HSA / UAS Menolak Maka Penggantinya Harus Tetap Ulama!

STOP PERDEBATAN ... !!!

INI AMANAT IJTIMA’ ULAMA

JIKA HABIB SALIM MENOLAK MAKA PS HARUS PILIH UAS ...

JIKA UAS & HABIB SALIM TETAP MENOLAK ATAU DITOLAK KOALISI ...

MAKA PS & KOALISI BARU BOLEH PILIH
CALON BARU

DARI KALANGAN ULAMA ISTIQOMAH YANG DISETUJUI PARA TOKOH IJTIMA’ ULAMA

AYO ... PATUHI AMANAT IJTIMA ULAMA ... !!!

Rabu, 08 Agustus 2018

MUI: Pernyataan Jokowi Bisa Dibawa Ke Ranah Hukum

pa212.net - JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta para relawan untuk melakukan kampanye dengan cara yang baik dan tidak mencari musuh pada Pilpres 2019 mendatang. Kendati demikian, Jokowi juga meminta relawannya tidak takut apabila mendapat serangan dari lawan politik serta harus siap bila harus terlibat dalam perkelahian.

Wakil Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Irjen Pol (Purn) Anton Tabah Digdoyo, menyebut pernyataan Jokowi itu bisa diseret ke ranah hukum karena sama dengan menghasut.

"Juga bisa kena pidana, apalagi omongan pejabat bisa masuk katagori penganjur untuk melakukan tindak pidana (bila terjadi apa yang dianjurkan). Ini terkena KUHP Pasal 55 ayat 1 dan 2," kata Anton saat dihubungi, Minggu (5/8).

Anton menjelaskan, tidak ada pembenaran bagi ucapan Jokowi tersebut dengan mengimbau relawannya siap berkelahi jika ada yang mengajak.

"Karena itu Sangat heran presiden ko sembarangan berbicara, apalagi tidak ada fakta sama sekali ada pihak yang mengajak berkelahi. Seandainya ada fakta pun tidak bisa menghalangi unsur pasal tersebut, apalagi tanpa fakta," paparnya.

Pernyataan Jokowi itu yakni  meminta barisan relawan pendukung tidak mencari musuh, tapi harus siap bila harus terlibat dalam perkelahian. [rmol]

Sumber Berita :

Selasa, 07 Agustus 2018

DUKUNG ABDUL SOMAD CAWAPRES, HANUM RAIS POPULERKAN TAGAR #SOMADEFFECT

pa212.net - Jakarta - Dukungan untuk Ustaz Abdul Somad sebagai cawapres di Pilpres 2019 kian bertambah. Hanum Rais, putri Amien Rais, baru saja memulai tagar #SomadEffect di Instagram.

Menjadi salah satu nama yang direkomendasikan sebagai cawapres Prabowo di Pilpres 2019 melalui hasil Ijtima Ulama, Ustaz Abdul Somad telah menerima banyak reaksi dari masyarakat. Beberapa pihak meyakini keputusan Ijtima Ulama semestinya dapat terwujud, sementara sebagian lainnya merasa Abdul SOmad tidak perlu masuk ke ranah politik.

Dukungan yang datang untuk ustaz yang akrab disapa UAS ini datang dari Amien Rais. Ia bahkan sempat menegur UAS agar tidak bersikap seperti Nabi Yunus dengan menolak kepercayaan yang diberikan. Meski begitu, UAS sendiri menegaskan bahwa dirinya tidak menolak, hanya saja ia yakin ada calon yang jauh lebih baik daripada dirinya.

Ternyata, dukungan menggebu-gebu tak hanya datang dari sang Ketua Majelis Kehormatan PAN. Putri kandungnya, Hanum Salsabila Rais, turut mendeklarasikan dukungan serupa. Tak tanggung-tanggung, ia kini tengah memulai sebuah tagar di media sosial melalui akun Instagramnya.

Selasa lalu (31/7), Hanum mengunggah foto UAS disertai dengan caption panjang berikut.

Hanum menyebut fenomena Ustaz Abdul Somad sebagai bakal cawapres ini mengingatkannya pada kemunculan Snouck Horgrounje, seorang Belanda di zaman Hindia Belanda yg belajar agama Islam. Melalui dua nama tokoh ini, Hanum menggarisbawahi adanya kemungkinan kebohongan yang terjadi.

“Seruan banyak pihak agar UAS berdakwah saja dan jangan bermain politik seakan terdengar seperti seruan membuai Horgronje saat itu,” tulisnya.

Secara pribadi, Hanum meyakini bahwa kesempatan ini adalah peluang besar bagi Indonesia untuk bergerak ke arah yang lebih baik di bawah kepemimpinan UAS. Maka, ia berharap orang-orang di Indonesa pun berbondong-bondong mendukung Abdul Somad sebagai cawapres Prabowo.

Di akhir caption, sebagaimana kunci kepopuleran konten-konten viral, Hanum Rais menematkan sebuah tagar lewat penutup berbunyi”

“Let’s make #somadeffect everywhere!!”

Harapan Hanum Rais memang bukan angan-angan kosong saja. Nyatanya, Abdul Somad memang disebut-sebut sebagai salah satu bakal cawapres Prabowo yang tengah dipertimbangkan saat ini, selain Salim Segaf dan AHY.

Ya, keempat partai pendukung Prabowo (Gerindra, Demokrat, PAN, dan PKS) hingga kini dilaporkan masih terus menggelar rapat dan diskusi agar koalisi yang terbentuk lebih matang, termasuk soal cawapres dan tim sukses. Diperkirakan, pertemuan masih akan terus berlangsung hingga esok hari, Sabtu (4/8)/

Sebelumnya telah diberitakan, PAN—partai Amien Rais—secara terang-terangan menyatakan dukungannya pada Abdul Somad. Hal ini juga diamini oleh Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno. Meski begitu, Eddy menyebutkan bahwa dukungan mereka tetap bergantung pada keinginan Abdul Somad.

Jadi, apakah kamu juga sudah terkena cipratan #SomadEffect seperti Hanum? (A/K)

Sumber Berita :