Jumat, 28 Desember 2018

Diambang Kebangkrutan, Kesepakatan Baru Presiden Jokowi Selamatkan Freeport.




28 Desember 2018

PA212.net - Dalam penurunan yang lambat dan stabil, Freeport-McMoRan (FCX) telah mengalami 50% dari harga sahamnya menguap, hingga kini $10.40 lemahnya harga saat ini adalah akibat dari harga tembaga jatuh ke $ 2,80 / lb (0.453kg) dari $ 3,20 / lb awal tahun ini, serta kekhawatiran publik tentang perang perdagangan dan tarif dengan China, dan kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga yang menyebabkan perlambatan ekonomi, serta kekhawatiran publik atas fakta bahwa Perusahaan ini akan mengalami tahun transisi tambang Grasberg pada tahun 2019, yaitu berakhirnya kesepakatan Freeport dan beralihnya kepemilikan Grasberg ke pemerintah Indonesia.

Pandangan pasar terlalu pesimis terhadap saham dan tembaga karena kelemahan pasar secara umum. Harga tembaga mencapai titik terendah tahunan dan harga rendah di bawah $ 3 / lb menunda proyek pertambangan di masa depan. LME Inventories (London Metal Exchange) sedang dalam posisi terendah selama beberapa tahun terakhir. sementara salah satu penambang tembaga terkemuka seperti Freeport-McMoRan sedang melalui periode output yang lebih rendah rendah lagi, hal ini tentu saja memicu kebangkrutan Freeport-McMoRan. 


Freeport mengumumkan kesepakatan baru yang sudah lama ditunggu-tunggu dengan Indonesia.

Tapi, kisah drama Freeport-McMoRan (FCX) Indonesia berakhir. Freeport McMoran telah mengumumkan bahwa mereka menyelesaikan transaksi dengan pemerintah Indonesia. Sekarang, Freeport dan Indonesia mengikat kesepakatan baru. Saham perusahaan di Freeport Indonesia adalah 48,8%. Freeport akan mempertahankan kepentingan ekonomi Freeport Indonesia sebesar 81,28% hingga 2022, meniru pengaturan sebelumnya dengan Rio Tinto (RIO), yang menjual sahamnya ke Indonesia.

Inilah poin-poin penting dari kesepakatan:
1. Freeport Indonesia menerima lisensi pertambangan khusus baru untuk melakukan operasi Grasberg hingga tahun 2041.    Secara teknis, lisensi ini diperpanjang hingga 2031, dan tambahan sepuluh tahun diberikan pada saat pembangunan smelter baru dan memenuhi kewajiban fiskal kepada pemerintah Indonesia.
2. Smelter akan dibangun dalam waktu lima tahun sejak penutupan transaksi ini. Beban membangun smelter akan didistribusikan sesuai dengan saham pemegang saham di Freeport Indonesia.    

Kesepakatan menetapkan ketentuan fiskal berikut:

a) tarif pajak penghasilan perusahaan 25%,
b) pajak laba 10% atas laba bersih,
c) 4% royalti untuk tembaga, dan
d) 3,75% royalti untuk emas.  

3. Freeport Indonesia dan kementerian lingkungan hidup Indonesia membentuk kerangka kerja untuk peningkatan berkelanjutan dengan berbagai inisiatif dan studi.

Ternyata Freeport akhirnya dapat menangani tekanan tentang dampak yang ditimbulkan  pada alam dan lingkungan, yang secara teknis tidak mungkin dipenuhi – kesepakatan dibuat lebih lunak dengan kata “dengan berbagai inisiatif dan studi” guna memudahkan Freeport memenangkan deal ini.
Kemajuan dealing Grasberg.

Freeport-McMoRan telah menunjukkan kemajuan yang signifikan pada negosiasi dengan pemerintah Indonesia. Proyek Grasberg adalah salah satu asset terpenting dari Freeport-McMoRan, dan perusahaan tersebut berhasil menanganinya dengan kesepakatan yang mudah. Disaat yang sama, perusahaan tersebut mendapatkan hak sampai tahun 2041 yang dapat meminimalisasi fleksibilitas pada cash-flow di asset ini.
Sekarang setelah kesepakatan selesai, semua spekulasi mengenai potensi nasib Grasberg akan berakhir, yang sangat penting karena tahun depan akan menjadi tahun transisi yang menantang bagi Freeport karena Grasberg akan beralih dari penambangan terbuka ke penambangan bawah tanah.

Artinya, masa depan cash-flow Freeport-McMoran dari proyek Grashberg telah terjamin. (SyS)
Sumber Data : seeking alpha, business insider, investorfcx.com