Senin, 06 Mei 2019

Direktur IT BPN: KPU ‘merampok’ suara rakyat

Surabaya, pa212.net — Keyakinan memenangkan Pilpres 2019 terus digelorakan oleh tim pemenangan nasional Prabowo – Sandi. Adalah Agus Maksum, Direktur IT BPN, menyampaikan orasinya ketika hadir di acara syukuran kemenangan Prabowo – Sandi di Surabaya, tepatnya, Ahad 5 Mei 2019 di Darmokali 61, Surabaya.
Dalam orasinya, Agus Maksum memaparkan betapa massifnya kecurangan yang terjadi dalam perhitungan Pilpres. Maksum mengistilahkan ada KPU diatas KPU. KPU tak berdaya menghadapi intruder yang mengacak data data yang diupload.
KPU tidak punya kontrol, terus menerus terjadi kesalahan dalam rekapitulasi suara. Bahkan Maksum juga membeberkan pola operasi kecurangan dengan beberapa modus, misalnya entry data tanpa C 1, padahal sejatinya pengisian data suara di kecamatan selalu ada form C 1 nya. Modus lain adalah pengurangan suara Prabowo – Sandi dipindahkan ke suara Jokowi – Makruf Amien, misalnya kalau dapat suara 146, ditulis dalam situng 46, angka 1 yang dihilangkan dimasukkan kepada penambahan suara Jokowi – Makruf Amien, kalau suara Jokowi – Makruf Amien, 53 maka akan menjadi 153.
Pola – pola yang selalu dianggap sebagai human error ini semakin mendelegitimasi kepercayaan rakyat, polanya terlihat bahwa entry data yang dilakukan oleh situng sangat manipulatif, dugaannya rakyat digiring agar berpikiran bahwa kemenangan Jokowi adalah wajar karena sesuai dengan hasil quick count.
Dalam catatanya sebagai direktur IT BPN, Maksum mencatat ada 57.771 TPS yang mengentry data tanpa menggunakan prosedur yang dibenarkan, misalnya harus dilampiri C 1 yang sudah ditandatangani oleh saksi saksi. Ada sekitar 35.532 TPS yang menginput data tanpa dilampiri oleh C 1, Sedang data angka modusnya salah jumlah atau jumlah suara sah lebih banyak dari suara pemilih berjumlah 18.507 TPS.