Kamis, 06 Juni 2019

Penumpang China Airlines ini Bawa 400 Butir Peluru di Bandara Juanda Surabaya

www.pa212.net, JAKARTA—Penumpang China Airlines CI-715 berkewarganegaraan Indonesia ketahuan bawa ratusan amunisi senjata api (senpi) usai mendarat di Bandara Juanda. Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti mengatakan Direktorat Keamanan Penerbangan serta Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya melakukan langkah efektif terkait penanganan penumpang tersebut. “Para petugas telah melakukan tugas pokok dan fungsinya secara tepat dalam penanganan penumpang yang membawa amunisi senjata api. Penumpang tersebut diserahkan ke pihak kepolisian Bandara Juanda,” kata Polana dalam siaran pers, Senin (25/2/2019).< Dia menuturkan penumpang tersebut kedapatan membawa ratusan amunisi senjata api berbagai jenis. Penemuan berawal dari pemeriksaan oleh petugas bea cukai yang telah bekerja sesuai dengan prosedur yang tepat dan benar yaitu mencegah masuknya barang-barang yang di larangan. Penanganan selanjutnya dilakukan sesuai dengan Permenhub No. 80/2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional, serta SKEP/100/VI/2003 tentang Petunjuk Teknis Penanganan Penumpang Pesawat Udara Sipil Yang Membawa Senjata Api Beserta Peluru dan Tata Cara Pengamanan Pengawalan Tahanan Dalam Penerbangan Dalam peraturan tersebut dinyatakan pembatasan untuk jenis dan kaliber senjata yang boleh dibawa dalam penerbangan sipil Adapun, peluru merupakan bagian tak terpisahkan dari operasional sebuah senjata yang dikategorikan sebagai barang/bahan berbahaya (dangerous goods) kelas I (explosive) yang karena keberadaan dan sifatnya harus dilakukan pembatasan dalam pengangkutan. Petugas Bea Cukai mencurigai barang penumpang yang landing di Bandara Juanda pada pukul 22.57 WIB. Pada saat melewati pemeriksaan mesin x-ray, barang penumpang tersebut termonitor. Selanjutnya diadakan pemeriksaan secara manual oleh petugas Bea Cukai dan OBU  III dengan cara membongkar koper dan menemukan bungkusan sebanyak lima bungkus terbalut isolasi warna putih yang ditempatkan di antara tumpukan baju. Kemudian diketahui bahwa bungkusan tersebut berisi proyektil amunisi berjumlah total 400 butir dengan ujung berwarna putih dan merah.  Adapun, perinciannya adalah 100 buah Splitzer Caliber 30, 200 buah Held-X Caliber 30, dan 100 buah Hornady ELD-X Caliber 700 mm.

Selasa, 04 Juni 2019

Anies Raih Opini WTP yang Tak Pernah Didapat Ahok


Jakarta, www.pa212.net -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersyukur mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) DKI Jakarta tahun 2017 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Anies menyebut perolehan opini WTP itu sebagai berkah ramadan.

"Rasanya seperti betul-betul berkah ramadan, ramadan tahun ini terasa membawa berkah bagi Pemprov DKI Jakarta," kata Anies usai rapat paripurna pembacaan hasil pemeriksaan laporan keuangan BPK di Gedung DPRD Jakarta, Senin (28/5).

Anies menganggap hal itu sebagai berkah karena terakhir kali Pemprov DKI mendapat opini WTP, yakni pada 2012. Sejak Basuki Tjahaja atau Ahok jadi Gubernur (2014), Pemprov DKI tak pernah mendapatkan kembali status tersebut.



WTP ini memang menjadi salah satu target yang ingin dicapai Anies dan Sandiaga Uno sejak pertama kali memimpin Jakarta.



Anies menyatakan ada banyak hal yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta guna mencapai target opini WTP. Salah satunya, Sandi selaku Wagub yang setiap minggunya memimpin langsung rapat monitoring. Selain itu, Sandi juga rutin melakukan pertemuan dengan BPK.

"Satu hal yang kami jadikan hikmah dari capaian WTP ini begitu ada kemauan maka ada jalan. Begitu ada kemauan, ada kerja keras, maka bisa dicapai," tutur Anies.

Predikat WTP tersebut, kata Anies harus dijadikan sebagai awal baru bagi Pemprov DKI dalam melakukan pengelolaan tata keuangan yang lebih baik.

Anies berharap ke depannya jajaran Pemprov DKI terus bisa memperbaiki laporan keuangan, sehingga apa yang masih menjadi catatan dari BPK bisa diselesaikan.

"Kemarin saja dalam waktu beberapa bulan bisa, Insya Allah ke depan akan lebih baik lagi," ucap Anies.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan opini WTP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) DKI Jakarta Tahun 2017.


Hal itu disampaikan secara langsung oleh Anggota V BPK Isma Yatun di dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Jakarta, Senin (28/5).

Kendati mendapatkan opini WTP, Isma mengingatkan masih ada sejumlah permasalahan dalam laporan keuangan DKI Jakarta.

Permasalahan tersebut terkait dengan temuan pemeriksaan atas sistem pengendalian intern (SPI) dan keputusan terhadap peraturan perundang-undangan.

Temuan atas SPI antara lain pemanfaatan sistem informasi aset fasos fasum dan penagihan kewajiban fasos fasum belum optimal, serta penatausahaan belanja dan kas atas dana BOS dan bantuan operasional pendidikan belum memadai.

Kemudian temuan atas kepatuhan antara lain keterlembatan penyelesaian pembangunan rumah susun, gedung sekolah, gedung rumah sakit, dan gedung puskesmas. (osc)



Sumber berita :

CNN Indonesia

Minggu, 02 Juni 2019

Anies Raih Penghargaan Gubernur Terbaik di Anugerah Indonesia Maju 2019

Jakarta, www.pa212.net – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berhasil menyabet penghargaan sebagai Gubernur Terbaik di Anugerah Indonesia Maju 2019.
Penghargaan  diberikan oleh Warta Ekonomi dan Rakyat Merdeka pada Senin malam (8/4) di Pullman Hotel Jakarta.
Menurut Anies, penghargaan yang diraihnya  adalah berkat kinerja luar biasa dari jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
“Terima kasih, ini sebuah apresiasi untuk kinerja semua warga dan jajaran pemprov. Saya berdiri di sini mewakili semuanya, apa yang dikerjakan di Jakarta adalah kerja kolektif, kerja kolosal, dan kami akan terus menerus memperbaiki, meningkatkan semua yang kami kerjakan selama ini,” ucap Anies.
Sementara untuk pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Anies menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi provinsi yang dipimpinnya berada di atas rata-rata nasional.
“Tingkat inflasi juga di bawah nasional, unemployeement (pengangguran) juga begitu. Indikator-indikator menunjukan angka yang positif. Kami akan terus dorong iklim usaha yang baik dari sisi perizinan dimudahkan, dari sisi sarana prasarana, kami fasilitasi,” kata Anies.
Deretan Penghargaan Diraih Pemprov DKI
Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Jakarta Anies Baswedan telah menorehkan banyak penghargaan dalam berbagai bidang. Sejak Januari 2019 Pemprov DKI berhasil mengkoleksi lebih dari 22 penghargaan dari berbagai lembaga pemerintah.
DKI Jakarta masuk dalam peringkat ke-47 Smart City Government pada 18 Januari 2019. Peringkat DKI setingkat dengan kota Paris di posisi ke-46. Dari 10 indikator penilaian, DKI Jakarta meraih tiga nilai tertinggi pada indikator, yaitu Visi Pemprov DKI Jakarta, Kepemimpinan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Kepala Pemerintahan dan Alokasi Anggaran/APBD Provinsi DKI Jakarta.
DKI Jakarta juga mendapat penghargaan dari Kemenpan untuk kategori terbaik di seluruh provinsi di Indonesia pada 27 November 2018. Jakarta berada di posisi pertama dari 32 provinsi lain.
DKI Jakarta menerima penghargaan Reksa Bahasa dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 10 Desember 2018. Penghargaan diberikan karena keikutsertaan Anies dalam mengembangkan bahasa.
Salah satu contohnya adalah pengintegrasian transportasi di Jakarta atau Jak Lingko ataupun Moda Raya Terpadu (MRT). Anies mengatakan pemberian nama-nama tersebut merupakan bentuk dari proses yang terjadi, yakni pengintegrasian antar moda transportasi mulai dari bus kecil, Transjakarta, MRT, LRT hingga kereta.
Sehingga nantinya, kata Anies, adanya penjangkauan semua lokasi seperti halnya laba-laba. Anies juga menyebut pihaknya telah mulai mengkonversi istilah-istilah untuk di Jakarta.
Pemprov DKI menerima penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait laporan hasil kekayaan pejabat negara (LHKPN), gratifikasi, serta aplikasi pelayanan publik.
Penghargaan diserahkan oleh pimpinan KPK Agus Rahardjo, Alexsander Maruata, dan Saut Sitomorang pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, 5 Desember 2018.(R/R01/P2)
Mi’raj News Agency (MINA)
Sumber berita

Rasakan Pijat Gratis Di Posko Mudik FPI Purworejo, Para Pemudik Mengaku Segar Kembali

Ahad, 2 Juni 2019
www.pa212.net, Jakarta - Alhamdulillah, dengan niatan tulus ikhlas untuk membantu sesama, DPW FPI Purworejo, Jawa Tengah membuka dua Posko Mudik Lebaran sekaligus untuk membantu perjalanan para Pemudik.Alamat kedua Posko Mudik tersebut adalah:



1. Lokasi Purworejo Barat Posko Masjid Selatan Jalan Masjid Pribadi Barat BRI Butuh.
Koordinator Bambang 081321201772
Sekretaris Junendar +62 815-9410-513


Bendahara Mansur +62 853-7784-2497


2. Lokasi Purworejo Timur, Posko Cengkawak Banyuurip Warung Panjang Kuning.
Koordinator Kamil +6282225992219
Sekretaris Syaifur +62 813-2884-9849
Bendahara Sarno +6285228339982



Hari Sabtu (1/6/2019) kesibukan pun begitu terasa di kedua Posko Mudik ini dalam melayani para pemudik, khususnya di posko Butuh di Purworejo sebelah barat.



Para pemudik banyak yang datang untuk beristirahat di posko ini, lalu mereka mengeluh kelelahan dan badannya pegal karena telah menempuh perjalanan jauh untuk pulang ke kampung halamannya.



Dengan sigap para Relawan FPI Purworejo yang bertugas di posko langsung memberikan pijat gratis untuk para pemudik, sehingga tubuh mereka bisa segar kembali dan siap melanjutkan perjalanan.



Merasa sangat terbantu dengan pelayanan para Relawan FPI di posko mudik ini, maka para Pemudik pun mengaku sangat berterima kasih atas keberadaan Posko Mudik FPI Purworejo.


Buka Di 2 Titik, Posko Mudik FPI Dan FUI Cilacap Siap Melayani Pemudik

Sabtu, 1 Juni 2019

www.pa212.net, Jakarta - Alhamdulillah, menyambut datangnya Hari Idul Fitri 1440 Hijriyah, Front Pembela Islam (FPI) membuka Posko Mudik Lebaran di berbagai tempat untuk melayani para pemudik.

Termasuk di Cilacap, Jawa Tengah dimana DPW Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Cilacap bersama FUI Kabupaten Cilacap membuka posko mudik di dua tempat sekaligus, yaitu di Jalan Ampera Sodagaran Sidareja dan posko 2 di Randegan Sampang.


Pembukaan posko mudik ini memang dijadikan program rutin oleh DPW FPI dan FUI Cilacap untuk membantu perjalanan para pemudik supaya bisa beristirahat, makan, minum, sholat dan sebagainya.


Soenarko Mantan Danjen Kopassus Dituduh Makar, Mantan Kepala Bais TNI Geram!

Sabtu, 1 Juni 2019
www.pa212.net, Jakarta - Tuduhan makar terhadap mantan Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Mayor Jenderal Purnawirawan Soenarko membuat marah kerabatnya, Letnan Jenderal TNI Purn Yayat Sudrajat

Yayat yang merupakan mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI itu mengaku sangat mengenal betul Soenarko.

"Agak anek bagi saya kalau seandainya diberitakan Pak Narko (Panggilan Soenarko-red) ini mau makar, membawa penyelundupan senjata, masya Allah ya kan. Kalau Pak bilang marah, saya marah sekali," ujar Yayat dengan nada tinggi dalam jumpa pers di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Jumat (31/5/2019).

Yayat mengatakan, setiap prajurit TNI disumpah siap mati untuk bangsa dan negara ini. "Jadi, masak seorang Soenarko, kopassus lagi, kemudian mau memberontak, dan yang lucunya kok menyelundupkan senjata hanya satu, ini masuk akal enggak ini, dan itu senjata busuk, itu senjata dimodifikasi," ungkap Yayat yang juga mantan Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Sesmenko Polhukam) ini.

Dia melanjutkan, prajurit Kopassus selalu ditugaskan oleh negara ini dan siap mati untuk kepentingan bangsa dan negara ini. "Kalau TNI tidak siap mati untuk negara dan bangsa ini, itu TNI abal-abal," ungkapnya.

Tuduhan makar terhadap Soenarko itu pun dianggap berbau kepentingan politik. "Saya tidak pernah lihat selama tugas, Pak Narko itu berbuat hal aneh-aneh, dia selalu berada di dalam koridor yang seharusnya dilakukan oleh seorang TNI," tuturnya.

Foto: Mantan Danjen Kopassus Mayjen Purn Soenarko.


Sumber: sindonews.com