Senin, 13 Januari 2020

API Jabar Dorong Agar Kasus Korupsi Jiwasraya Diusut Tuntas

Bandung - PA212 - ALIANSI Pergerakan Islam (API) Jawa Barat mendorong kasus korupsi Asuransi Jiwasraya untuk diusut sampai tuntas. Bahkan mendorong DPR RI untuk membuat pansus terkait kasus skandal korupsi tersebut.
Seperti diketahui, Berdasarkan penyidikan Kejaksaan Agung terhadap kasus dugaan korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero), ditemukan potensi kerugian negara mencapai Rp13,7 triliun.
"Kita akan serius mengawal kasus korupsi Asuransi Jiwasraya ini, karena prihatin akan maraknya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia," ungkap Ketua Api Jabar, Asep Syaripudin kepada wartawan di Kawasan Jalan Supratman, Kota Bandung, Senin (13/1/2020).
Menurutnya, terkait perhatian khusus terhadap kasus korupsi tersebut, karena selain nilainya yang fantastis, namun korbannya juga ada yang berasal dari warga negara lainnya. Dikhawatirkan kondisi mencoreng nama baik bangsa dan negara.
"Kita kawal dengan harapan, kalau yang besar ditangani apalagi yang dibawahnya. Tapi kalau ini diabaikan, bagaimana dengan yang lebih kecil," katanya.
Lebih jauh, pihaknya meminta kepada pihak terkait untuk serius dan aktif dalam menyelesaikan kasus korupsi asuransi Jiwasraya tersebut.
"Kita dorong kepada Kejaksaan Agung untuk serius menangani ini, bahkan KPK harus ikut terlibat. Jangan sampai KPK pasif, karena memang dibentuk untuk menangani kasus yang besar-besar," tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga mendesak kepada DPR RI agar segera membentuk panitia khusus (pansus) Jiwasraya Gate, untuk mengungkap mega korupsi perusahaan asuransi plat merah tersebut.
"Kami meminta kepada institusi terkait agar menegakkan hukum tanpa pandang bulu, dan memberikan sanksi hukum yang tegas kepada pelaku korupsi dan orang-orang yang menjadi dalang perampokan dana nasabah di PT Jiwasraya," ucapnya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat umum dan elemen pergerakan, agar terus memberikan pengawalan terhadap penegakan hukum di Indonesia.
"Karena ini menyangkut bangsa dan negara, maka kita terpanggil ikut bertanggung jawab dengan mengawal kasus ini sampai tuntas," tambahnya.
Sumber Berita :